Sektor Pariwisata di Kota Jambi terapkan PPKM level IV

“Saat Kampoeng Radja di buka pada PPKM level satu dan tiga hanya 10 persen karyawan yang masuk bekerja, selebihnya memang belum di panggil masuk bekerja lagi karena kondisi pandemi COVID-19 saat ini,” kata Fela Agustina.

Jambi SpiritNTT.Com – Sejumlah tempat wisata di Kota Jambi turut menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV dengan menutup sementara tempat wisata.

“Selama penerapan PPKM level empat di Kota Jambi, tempat wisata Kampung Radja juga di tutup,” kata Menejer Pemasaran Kampoeng Radja Fela Agustina di Jambi, Senin.

Kampoeng Radja turut menerapkan PPKM level IV agar jumlah kasus penularan COVID-19 di Kota Jambi dapat segera menurun.

Dijelaskan Fela Agustina jika memaksakan diri untuk membuka tempat usaha namun situasi dan kondisi COVID-19 masih memprihatinkan, maka berdampak terhadap kunjungan wisatawan di Kampoeng Radja.

Selama penerapan PPKM level I dan level III tempat wisata Kampoeng Radja masih di buka. Namun selama tempat wisata tersebut di buka nyaris tidak ada wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata tersebut.

Maka dari itu manajemen Kampoeng Radaja turut aktif mengikuti instruksi pemerintah agar pandemi COVID-19 dapat segera berlalu.

“Saat Kampoeng Radja di buka pada PPKM level satu dan tiga hanya 10 persen karyawan yang masuk bekerja, selebihnya memang belum di panggil masuk bekerja lagi karena kondisi pandemi COVID-19 saat ini,” kata Fela Agustina.

Tidak hanya tempat wisata Kampoeng Radja tempat wisata lainnya di Kota Jambi turut menerapkan PPKM level IV, diantaranya Kebun Binatang Taman Rimba Jambi dan Taman Jambi Paradise.

Pantauan di lapangan tempat-tempat wisata tersebut memasang pengumuman di tutup sementara selama penerapan PPKM level IV di Kota Jambi.

Sektor pariwisata dan area publik merupakan salah sektor yang di tutup sementara selama penerapan PPKM level IV. Mulai dari Tugu Keris Siginjai, Danau Sipin, Ancol, Komplek Pekantoran Provinsi Jambi, Taman Anggrek, Tugu Juang Sipin, Taman Remaja dan Hutan Kota M Sabki. Sektor pariwisata dan area publik tersebut di tutup sementara karena tempat-tempat tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan.(ant/selvi)

Tinggalkan Balasan