Anda Belum Punya Pasangan atau Ingin Cari yang Baru? Datang Saja ke Pasar Ekstrim Ini….

Pasar Jodoh Foto: (AFP)
Pasar Jodoh Foto: (AFP)

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Banyak pasar-pasar yang menjual barang tidak biasa, atau bukan barang sandang pangan.

Bahkan, ada pasar khusus untuk mencari pasangan baik istri atau suami hingga pasar yang menjual daging ekstrim.

Dirangkum detikcom, Jumat (2/12/2022) berikut pasar-pasar di dunia yang unik dan menyeramkan yang menjual barang-barang tidak biasa.

Brides Market di Bulgaria

Di Eropa, ada namanya Brides Market di Bulgaria. Tepatnya berlokasi di Kota Stara Zagora, yang diadakan tiap empat tahun sekali. Kadang di hari-hari libur nasional atau hari-hari besar lainnya, tapi yang paling ramai adalah saat hari Sabtu pertama di tengah bulan Maret.

Dari namanya saja tentu di sini tempat menemukan jodoh. Kamu akan melihat muda-mudi dari Suku Kalaidzhi Roma akan memakai pakaian terbaik mereka dan tampil necis.

Yang gadis memakai gaun dan merias wajahnya dengan make up agar terlihat cantik, sedangkan para pria ada yang tampil perlente. Tujuannya tentu saja, agar membuat dirinya makin menarik.

Umur mereka juga masih muda-muda, malah ada yang masih berusia 15 tahun. Namun rata-rata, umurnya 20-an tahun. Para orang tua pun mendampingi, dengan ketat menyeleksi calon yang siap menjadi pasangan anak-anak mereka.

Ketika anak-anaknya telah menemukan pasangan, orangtua akan mengambil alih. Keluarga pria akan membayar sejumlah uang kepada keluarga gadis.

Untuk gadis yang berparas cantik dan masih perawan harganya cukup tinggi. Harganya, bisa dari USD 2.000 atau sekitar lebih dari Rp 29 juta.

Dengan pasar jodoh ini, orang tua berharap agar anak-anaknya bisa mencari pasangan yang sesuai dan langsung dilanjutkan ke tahap pernikahan. Tidak ada pacar-pacaran.

Love Market, Vietnam

Pasar jodoh selanjutnya ada di Love Market di Vietnam. Lokasinya di kota kecil Sa Pa, di Provinsi Lao Cai. Jaraknya sekitar 350 km dari Hanoi atau sekitar 8-9 jam perjalanan naik kereta.

Setiap hari Sabtu dan Minggu menjadi hari yang spesial bagi masyarakat setempat untuk mencari jodoh. Di hari Sabtu, malam harinya, diadakan acara bernyanyi dan menari bersama yang mempertemukan pria dan wanita. Dengan tujuan, agar bisa saling kenal satu sama lain.

Para wanita, tentu saja memakai pakaian terbaik mereka, seperti aksesoris dan gaun yang warnanya cerah. Para pria, harus pintar-pintar mencuri hatinya. Acara tarian dan menyanyi bersama itu, berlangsung hingga tengah malam.

Besoknya, barulah dibuka Love Market. Mereka yang sudah saling jatuh hati, bisa langsung melamar pasangannya. Terkadang, ada yang sudah siap menikah!

Love Market ini diyakini sudah berlangsung sejak zaman dulu. Sa Pa yang wilayahnya didominasi pegunungan, membuat masyarakat di desa-desa di sana sulit bertemu. Love Market digelar sebagai ajang untuk bertemu sekalian untuk cari jodoh.

Pasar Jimat Togo di Afrika Barat (Thinkstock)

Pasar Voodoo

Dari nama pasarnya tentu kamu tahu di sini yang dijual adalah semua hal yang berhubungan dengan santet atau ilmu hitam. Pasar ini berada di Pasar Akodessewa di Togo, Afrika.

Jadi jangan kaget ya jika kamu melihat pemandangan organ tubuh binatang, tulang, kepala buaya, bahkan sampai boneka voodoo yang legendaris dapat dijumpai.

Traveler yang datang juga tidak hanya dapat melihat, namun juga membeli barang yang dijajakan di pasar tersebut.

Tapi walau terdengar ngeri, gambaran voodoo yang menyeramkan seperti di film ternyata tidak benar. Bagi orang Afrika, atribut voodoo juga disebut sebagai jimat keberuntungan yang dapat membawa kebaikan dan keberuntungan bagi penggunanya.

Pasar Beriman

Jangan terkecoh ya dengan namanya, pasar yang ada di Tomohon, Sulawesi Utara ini terkenal dengan kuliner ekstremnya. Di pasar ini para pedagangnya menjual beragam daging hewan, mulai dari yang umum sampai yang tidak umum.

Suasana di Pasar Tomohon Foto: Getty Images

Sebut saja babi, anjing, kelelawar, tikus hutan, ular, biawak, dan hewan lainnya. Kalau candaannya orang Tomohon

“Kita makan semua hewan baik berkaki atau tidak. Jika kaki meja dan kaki kursi bisa dimakan, kita akan makan,”. Memang warga di sana dikenal menyukai kuliner ekstrim. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan