Salah satu warisan budaya di Ende adalah Desa Adat Wologai terletak di ketinggian sekitar 1.045 mdpl dan telah berusia sekitar 800 tahun.
SPIRITNTT.COM/KUPANG- Keindahan Kabupaten Ende tidak terlepas dari beberapa destinasi wisatanya yang menarik.
Sebut saja Danau Kelimutu yang memiliki 3 warna yang berbeda di setiap kawahnya. Pantai Batu Cincin yang unik dengan batu berlubang di bibir pantai. Ada lagi Desa Adat Wologai yang terletak di ketinggian sekitar 1.045 mdpl dan telah berusia 800 tahun dan beberapa destinasi lainnya.
Kali ini SPIRITNTT.COM, mengajak kalian semua untuk berwisata ke Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mengenal lebih dekat 8 destinasi wisata yang wajib kalian jelajahi saat berkunjung ke Kabupaten Ende.
Danau Kelimutu
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau (Diarsipkan 2017-03-04 di Wayback Machine).
Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal.
Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Para penduduk di sekitar Danau Kelimutu percaya, bahwa pada saat danau berubah warna, mereka harus memberikan sesajen bagi arwah orang – orang yang telah meninggal.
Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.
Pantai Batu Cincin

Pantai Mbu’u
Pantai Mbu’u berlokasi kira-kira 5 km dari pusat Kota Ende dan ditempuh selama 15 menit menggunakan transportasi umum maupun kendaraan roda dua.
Pantai Ria
Pantai Ria terletak di Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Merupakan pantai favorit masyarakat sekitar. Pantai ini berjarak tidak jauh dari pusat Kabupaten Ende, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk bisa sampai ke Pantai Ria.
Pantai terpanjang di Kabupaten Ende ini mempunyai hamparan pasir putih yang lembut serta kebersihan pantainya yang selalu terjaga.
Bukit Cinta
Bukit Cinta yang terletak di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, masuk kedalam daftar Tempat Wisata di Ende yang wajib kalian kunjungi. Bagi penduduk sekitar ini mengenal bukit tersebut dengan sebutan Tengu Manu.Jika kita lihat dari atas ketinggian Bukit Cinta Ende maka para wisatawan bisa menikmati sebuah keindahan Pulau Ende, sebuah lautan nan biru serta bukit-bukit hijau.
Desa Adat Wologai
Wologai adalah desa adat yang terletak di wilayah Ende Lio tepatnya di Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende – Nusa Tenggara Timur. Wologai terletak sekitar 37 kilometer arah timur kota Ende ditempuh dengan kendaraan umum maupun mobil sewaan selama sehari. Kampung adat ini terletak di ketinggian sekitar 1.045 mdpl dan telah berusia sekitar 800 tahun.
Desa ini merupakan salah satu desa tradisional yang terkenal di Flores Menurut cerita, desa ini memiliki masa lalu yang kelam. Dahulu, Desa Wologai menggunakan kulit manusia untuk gendang. Untuk masuk Desa Wologai, pengunjung harus mengisi buku tamu. Biaya masuknya sekitar Rp 10.000 per orang.
Desa Adat Wologai di Kabupaten Ende (picture source wikipedia.org)
Di tengah desa, ada panggung ritual. Pengunjung dilarang memasuki kawasan ini. Jika pengunjung memasuki panggung ritual ini, maka jiwa pengunjung akan terjebak di desa selamanya. Selain panggung ritual ada juga batu seremonial.
Batu ini dipagari dengan tongkat bambu sederhana, yang tidak diizinkan disentuh oleh pengunjung. Kata penduduk setempat, jika batu itu disentuh akan ada badai atau cuaca buruk akan mempengaruhi desa
Gunung Meja
Gunung Meja terletak di depan Pantai Nanganesa, Kota Ende, ibu kota Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunung disebut meja karena bentuk puncak gunung itu berupa tanah datar, mirip meja.
Bentuk puncak gunung dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu awalnya tidak datar. Karena, gunung itu dinilai mengganggu proses pendaratan dan keberangkatan pesawat dari Bandara Udara Haji Hasan Aroeboesman di Ende, berjarak sekitar 5 kilometer dari pulau Koa. Maka, pemerintah daerah setempat memotong gunung itu sekitar 200 mdpl pada 1970-an dan dibuang ke dasar laut.
Air Terjun Kede Bodu
Air terjun Kedebodu atau yang disebut juga Ae Poro adalah salah satu destinasi wisata yang terletak di Desa Kedebodu, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jaraknya dari Kabupaten Ende adalah sejauh 8 km yang dapat ditempuh 20 menit menggunakan angkutan darat.
Air Terjun Kede Bodu di Kabupaten Ende NTT (picture source Trevelista.ID)
Air terjun Kedebodu mempunyai ketinggian sekitar 35 meter, serta memiliki air yang jernih dengan pesona naturalis dan alamnya masih asli.
Letaknya di sekitar kampung Numba ke arah barat dari Kota Ende. Kurang lebih 20 menit menggunakan kendaraan roda dua.




