SPIRITNTT.COM, KUPANG -Korban gigitan anjing rabies yang ditemukan meninggal beberapa bulan lalu di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS menggemparkan warga di Pulau Timor.
Tidak pernah dibayangkan virus yang secara cepat menyebar itu akan masuk Pulau Timor. Sebab, selama ini rabies hanya diketahui di Pulau Flores yang sudah belasan tahun belum juga berhasil diselesaikan secara tuntas.
Oleh karena itu, saat pertama kali terdeteksi di Desa Fenun, semua kepala daerah di daratan Timor mulai melakukan antisipasi. Di wilayah perbatasan ditempatikan sejumlah petugas untuk memeriksa barang penumpang.
Dikhawatirkan, para penumpang juga membawa serta hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, monyet dan lainnya.
Di tengah antisipasi dari sejumlah Kepala Daerah di Pulau Timor ini, kasus di TTS terus meningkat. Bahkan korban meninggal sudah beberapa orang.
Di tengah kekhawatiran tersebut, beredar informasi bahwa di Kota Kupang sudah terdeteksi adanya rabies berdasarkan hasil pemeriksaan specimen anjing di Denpasar-Bali beberapa waktu lalu.
Kasus rabies tersebut terdeteksi dari otak anjing yang diambil di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium terbukti positif.
Menurut informasi, hasil positif ini sudah diketahui sejak Bulan Juli 2023 lalu. Mestinya pemerintah segera mengumumkan ke masyarakat. Tetapi hingga saat ini informasi tersebut terkesan ditutup tanpa alasan pasti.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh juga tidak membantah adanya kasus rabies di Kota Kupang ini.
“Pasukan dari RT sampai OPD teknis sudah bergerak,” kata George Hadjoh, Sabtu (5/8).
Menurut George, pihaknya telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera mengambil langkah menyikapi persoalan tersebut dengan membangun koordinasi bersama camat hingga RT.
“Kami minta warga yang memelihara anjing supaya mengandangkan hewannya sehingga virus ini tak meluas di Kota Kupang,” ujarnya.
Kepala Bidang Veteriner Pertanian Kota Kupang, Yappy Manafe sebelumnya mengatakan, Kota Kupang mulai melaksanakan percepatan vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR). ” Vaksinnya dari provinsi sudah ada 5.000 dosis,” ucap Yappy.
Pihaknya sementara menunggu laporan dari Pemerintah Kota Kupang terkait pendataan anjing dari tiap kelurahan untuk selanjutnya divaksin. ” Naimata dan Merdeka sudah masuk. Menunggu data dari kelurahan lainnya,” sebut Yappy.
Menurut Yappy, untuk vaksin, setiap kelurahan diberikan sekitar 90 dosis vaksin. Petugas medis sebagai vaksinator pun telah divaksin sebanyak dua kali. (spiritntt.com)




