SPIRITNTT.COM, LABUAN BAJO – Staf lokal Indonesian Education Promoting Foundation (IEPF) Kabupaten Manggarai Barat melakukan pendampingan langsung pendidikan lingkungan di SDN Pulau Messah. Pendampingan berlangsung pada tanggal 13–16 Januari 2025.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Proyek untuk Mendukung Pendidikan Lingkungan SDGs di Pulau-Pulau Terpencil Menggunakan Bahan Ajar Digital dan Lesson Study Ala Jepang.”
Adapun program tersebut dilaksanakan oleh IEPF bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan dukungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat.
Selama empat hari, IEPF mendampingi guru-guru model dalam mengintegrasikan bahan ajar pendidikan lingkungan ke dalam kegiatan belajar mengajar di SDN Pulau Messah.
Program ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang lebih peduli lingkungan melalui pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan Pulau Messah.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi observasi pembelajaran di kelas 1 dan kelas 4 untuk melihat gaya belajar siswa dan metode pengajaran di SDN Pulau Messah.
Selain itu, staf lokal IEPF juga mempraktikkan pembelajaran lingkungan yang menyenangkan, dengan menekankan bahwa pendidikan lingkungan dapat dilakukan secara kontekstual, menyenangkan, dan tetap mempertahankan konsep berpikir kritis terhadap lingkungan.
Guru-guru model turut mempraktikkan metode ajar langsung di dalam kelas, dengan bimbingan dan observasi oleh staf lokal serta rekan guru lainnya.
“Saya sangat bangga dengan dedikasi guru-guru model di Pulau Messah yang sudah menjadi contoh dalam pengajaran pendidikan lingkungan. Apa yang paling menyentuh selama kunjungan ini adalah mendengar cerita langsung dari anak-anak tentang bagaimana mereka mulai mengubah kebiasaan, seperti tidak lagi membuang sampah di laut karena mereka sudah paham dampaknya terhadap hewan dan kesehatan. Semangat mereka, ditambah lagi dengan komitmen para guru untuk terus mengamati dan memperkuat pembelajaran, membuat pengalaman ini jadi sangat berarti,” ujar Filomena Langging, staf lokal IEPF.
Rapiin yang mewakili kepala sekolah SDN Pulau Messah berharap agar IEPF dapat mengadakan kegiatan lesson study atau kegiatan terkait lagi di masa depan dengan durasi yang lebih lama dan melibatkan seluruh guru di SDN Pulau Messah. Selain itu, Ibu Esti selaku guru model menyampaikan keinginannya untuk terus melaksanakan lesson study bersama rekan guru di sekolah tersebut.
Program ini tidak hanya memberikan pemahaman baru kepada siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk bertindak nyata.
“Semenjak ada Ibu Mena kami tidak membuang sampah di laut karena kami takut hewan-hewan di laut pada mati dan ikan yang kita makan tidak sehat. Jadi jangan biasakan buang sampah sembarangan,” ujar Joda, siswi kelas 4B di SDN Pulau Messah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda Pulau Messah untuk menjaga lingkungan mereka secara berkelanjutan. (spiritntt.com)





