Upaya Pemkab Kupang Mengatasi Stunting Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan kesehatan

Bupati Kupang, Korinus Masneo meresmikan gedung Puskesmas Naibonat.

“Apapun visi misi yang ditetapkan Bupati dan Wakil Bupati Kupang, pada dasarnya adalah bangun manusia Kabupaten Kupang untuk menjadi lebih baik dari segi ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain sebagainya,” kata Korinus.

AKSI – mencegah kekerdilan salah satu program yang sedang gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten Kupang guna mempersiapkan sumber daya yang maju dan berkualitas di daerah itu.

Upaya dilakukan Pemerintah dalam kepemimpinan Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe adalah degan gencar membanggun fasilitas kesehatan agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat menjadi lebih maksimal.

Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan pihaknya membangun banyak fasilitas gedung Puskesmas demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Kupang terus membangun fasilitas kesehatan di daerah ini agar pelayanan kesehatan menjadi lebih maksimal,” kata Bupati Kupang, Korinus Masneno di Kupang, Senin.

Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan dirinya telah meresmikan gedung Puskesmas Naibonat, Kecamatan Kupang Timur yang dibangun dengan anggaran Rp7,5 miliar lebih sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam pembangua kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan, bangunan gedung Puskesmas yang megah di Naiboat itu harus dihuni petugas kesehatan yang memiliki hati yang baik untuk melayani.

Menurut dia pembangunan sektor kesehatan yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

“Apapun visi misi yang ditetapkan Bupati dan Wakil Bupati Kupang, pada dasarnya adalah bangun manusia Kabupaten Kupang untuk menjadi lebih baik dari segi ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain sebagainya,” kata Korinus.

Korinus Masneno mengaku pesimis dengan dengan pembangunan gedung puskesmas Naibonat yang menurutnya sudah terlambat dalam memulai pengerjaan namun pada akhirnya bisa berhasil dengan baik.

Bupati Korinus Masneno mengungkapkan pada tahun 2023 akan dibangun lagi lima puskesmas di daerah itu sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih baik.

Bahkan menurut dia Pemerintah Pusat juga akan membantu membangun rumah sakit pratama di Kecamatan Amfoang Utara yang selama ini minim dengan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena sudah siap untuk memperjuangkan pembangunan rumah sakit pratama di Amfoang Utara yang berbatasan dengan wilayah Oecusse itu,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Robert Amheka mengatakan pemerintah membangun lima puskesmas dan satu rumah sakit tipe D di yang dibangun kawasan perbatasan Kabupaten Kupang dengan wilayah Oecusse Timor Leste.

“Pemerintah Kabupaten Kupang terus berupaya membangun berbagai infrastruktur kesehatan guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Robert Amheka.

Ia menyebutkan saat ini sudah 15 Puskesmas di kabupaten itu yang telah dibangun Pemerintah dan salah satunya adalah Puskesmas Naibonat di Kecamatan Kupang Timur yang diresmikan pekan lalu dibangun dengan anggaran Rp7,5 miliar dari dana alokasi khusus Kementerian Kesehatan RI TA 2021.

“Pembangunan gedung puskesmas Naibonat ini merupakan gedung ke 15 yang dibangun pemerintah, kami akan terus berupaya membangun puskesmas khususnya pada daerah-daerah yang jauh seperti Amfoang,” kata Robert Amheka.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Malelak De Haan menegaskan pemerintah perlu mengalokasikan anggaran dari APBD II untuk perawatan semua fasilitas Puskesmas yang telah dibangun sehingga tetap terawat dengan baik.

Ia juga berharap dukungan dari masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun sehingga pelayanan kesehatan tetap dilakukan secara maksimal.

“Masyarakat harus ada rasa memiliki dan bertanggungjawab merawat bangunan ini. Begitu juga dengan tenaga kesehatan ada tanggungjawab terhadap pelaksanaan dan kelanjutan dari pelayanan. Jadilah puskesmas yang sehat, bersih, indah dan harmonis. Perilaku sehat mulai dari tempat bertugas,” kata Sofia Malelak De Haan.

Kasus Stunting

Wakil Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jerry Manafe mengajak para pihak lintas sektor di daerah itu untuk berkolaborasi dalam mengatasi sebanyak 6.674 kasus kekerdilan anak-anak di daerah itu.

“Dengan kolaborasi dan kerja sama berbagai sektor maka kasus stunting di Kabupaten Kupang bisa kita turunkan secara signifikan,” kata Jerry Manafe

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kondisi kasus kekerdilan di Kabupaten Kupang dan langkah penanganannya.

Jerry menjelaskan upaya penanganan kekerdilan di daerah itu membuat kondisi prevalensi kasus yang tercatat terus menurun yaitu dari 2018 sebesar 41,40, menjadi 35,6 persen di 2019, 2020 sebesar 25,8 persen.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe memimpin rapat kordinasi penaganan masalah stunting di Kabupaten Kupang.

Sementara jumlah kasus kekerdilan yang tercatat di daerah itu sebanyak 6.674 persen dengan tingkat prevalensi 22,3 persen.

Jerry Manafe mengatakan pemerintah setempat menargetkan kasus kekerdilan bisa menurun hingga 14 persen hingga akhir 2022.

Untuk itu ia mengajak berbagai pihak agar berkolaborasi dengan baik dalam menjalankan program percepatan penurunan kasus kekerdilan dari pemerintah maupun di luar pemerintah.

“Perlu adanya kerja sama yang sinergis agar apa yang ditargetkan pemerintah daerah hingga pusat bisa tercapai,” katanya.

Jerry Manafe juga telah meminta dinas teknis terkait agar terus mengevaluasi penanganan kekerdilan setiap dua bulan untuk mengetahui capaian dari intervensi gizi bagi ibu dan anak.

“Jangan ada ego dari setiap OPD, mari bersinergi bersama, karena saya yakin dengan kita berkolaborasi maka stunting dapat diturunkan secara signifikan,” katanya.

Penurunan kasus stunting selama kepemimpina Bupati Kupang, Korius Masneno dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe terus terjadi higga pertengahan tahun 2020.

Namun pada Februari 2021 kondisi warga stunting di Kabupaten Kupang kembali meningkat sebesar 3,8 persen menjadi 14,5 persen dikarenakan berbagai faktor salah satunya adalah dampak pandemi COVID-19.

Melalui kerja keras berbagai pihak serta adanya intervensi program secara terpadu yang dilakukan di lapangan, pada bulan Agutus 2021 kasus stunting di Kabupaten Kupang mengalami penurunan angka persentase balita gizi kurang/wasting menjadi 11 persen.(del)

Tinggalkan Balasan