Universitas Nusa Cendana  (Undana) Sudah Cetak 50 Orang Profesor

SPIRITNTT.COM/HO-ISTIMEWA POSE BERSAMA - Dua Guru Besar bersama keluarga pose bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat usai pengukuhan di Auditorium Kampus Undana, Kamis (3/8/2023).
SPIRITNTT.COM/HO-ISTIMEWA POSE BERSAMA - Dua Guru Besar bersama keluarga pose bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat usai pengukuhan di Auditorium Kampus Undana, Kamis (3/8/2023).

SPIRITNTT.COM, KUPANG  – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang terus menghasilkan Guru Besar atau Profesor. Hingga Kamis (3/8/2023) Undana sudah mencetak 50 orang professor yang berkiprah di berbagai fakultas.

Pada  Kamis (3/8/2023) Undana kembali mencetak dua  Guru Besar yang ditandai dengan Upacara Pengukuhan Guru Besar Universitas Nusa Cendana di Auditorium Kampus Undana.  Upacara pengukuhan ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Kedua Guru Besar yang dikukuhkan tersebut masing-masing  Prof. Dr. Yantus Aristarkus B. Neolaka, S.Pd., M.Si (Bidang Ilmu Kimia Analitik – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) yang juga merupakan Guru Besar ke 49 Undana.

Juga dikukuhkan Prof. Dr. I Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si (Bidang Ilmu Teknik Kimia Organik – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) yang merupakan Guru Besar ke 50 Undana.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi Universitas Nusa Cendana yang terus melahirkan guru besar sebagai bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan dan juga mencetak sumber daya manusia yang berkompeten dan berdaya saing.

“Saya minta Undana perlu terus lakukan riset ilmiah terapan. Kampus ini merupakan kampus terbesar di NTT maka harus mampu melahirkan karya dari riset ilmiah yang punya dampak positif. Terus lakukan riset terkait potensi alam yang ada di NTT sehingga ada peningkatan ekonomi dan juga mendatangkan kekayaan baru,” ujar VBL.

Dikatakan, dari riset bukan hanya kaya akan ilmu namun juga ada peningkatan ekonomi dan kekayaan yang dihasilkan dari riset tersebut.

“Kita harus mampu ciptakan karya dan produk kita dengan terus  melahirkan inovasi dan produktifitas yang hebat,” ujar Gubernur VBL.

Dikatakan, kita perlu orang-orang berpengetahuan untuk melahirkan pemikiran hebat. Orang cerdas dan pintar itu mampu mengetahui rahasia dari kekayaan yang diberikan Tuhan kepada kita dan hal itu hanya bisa dicapai kalau lakukan riset.

“Terima kasih kepada Prof. Dr. Yantus Aristarkus B. Neolaka, S.Pd., M.Si dengan Bidang Ilmu Kimia Analitik melakukan risetnya terkait  pemanfaatan zeolit untuk bahan pengantar obat penanganan sel kanker. Juga kepada Prof. Dr. I Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si dengan Bidang Ilmu Teknik Kimia Organik yang melakukan pemanfaatan tanaman faloak binahong, dan balakacida guna menghasilkan produk tabir surya dalam pemanfaatannya untuk pencegahan kanker kulit,” ujarnya.

Dikatakan, riset-riset seperti ini sangat menarik karena mengembangkan kekayaan yang dimiliki NTT untuk bermanfaat bagi banyak orang.

“Gelar Profesor itu bukan jabatan tapi itu profesi yang melayani. Dengan kehormatan sebagai guru besar untuk melakukan riset. Harus terus lakukan risetnya,” ujar beliau.

Berulang kali tambah VBL, dirinya menyampaikan bahwa NTT ini kaya akan potensi namun belum maksimal dalam mengerjakan harta-harta yang kaya itu. NTT punya potensi hebat pada pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain. NTT juga kaya pada sektor energi seperti panas matahari yang ada di Pulau Sumba dan Timor.

“Dari segudang potensi itu kita manfaatkan melalui riset juga untuk pertumbuhan ekonomi kita,” kata Gubernur

Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc juga menitipkan pesan kepada dua guru besar tersebut untuk berinovasi dan lakukan riset penelitian agar terus kontribusi bagi pembangunan.

“Momentum ini menarik karena kedua guru besar yang dikukuhkan ini dari fakultas yang sama yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Saya minta terus lakukan riset dengan inovasi agar ilmu yang dimiliki juga turut berkontribusi bagi daerah,” kata Prof. Maxs.

Ia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 1962 kini Undana telah melahirkan 50 guru besar. Idealnya sebuah perguruan tinggi itu jumlah guru besar mencapai angka 10 – 15 persen dari total dosen yang ada. Sekarang jumlah dosen Undana ada 900 orang maka idealnya jumlah profesor minimal 90 -135 orang. Dengan saat ini doktor sebanyak 230 orang dan lektor kepala 200 orang maka Undana berpotensi mencapai angka ideal tersebut. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan