TNI-Polri Sinergi Mitigasi Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Anggota Polres Flores Timur menggendong bayi saat evakuasi warga pasca erupsi Gunung Lewotobi laki-laki, Senin 4 November 2024.

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Aparat TNI-Polri bergerak cepat bersinergi dengan pemerintah daerah serta stakeholder terkait melakukan penanganan pasca eruspsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Senin, 4 November 2024.

Bekerja sama dengan TNI, BPBD, Dinas Sosial, dan relawan lokal, anggota Polres Flores Timur memberikan bantuan kemanusiaan kepada ribuan pengungsi.

Aparat gabungan itu melakukan upaya cepat untuk memitigasi dampak yang ditimbulkan, baik korban jiwa maupun kerugian materiil.

Mereka mendirikan posko bantuan, menyalurkan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya kepada para korban yang terdampak. Upaya ini tidak hanya terfokus pada penyediaan bantuan, tetapi juga pada pemulihan psikologis warga yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga atau kerabat.

Selain itu, mereka juga aktif dalam membuka kembali akses jalan yang tertutup akibat pohon tumbang dan material erupsi. Mereka bergerak cepat untuk membersihkan jalan, memastikan jalur transportasi kembali dapat dilalui, sehingga memudahkan distribusi bantuan dan mobilitas warga.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., menegaskan pentingnya kerjasama dalam situasi seperti ini.

“Kolaborasi antara berbagai pihak adalah esensial. Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat secepat mungkin, baik dalam evakuasi maupun pemulihan. Kami juga menghimbau agar semua pihak terus bersiaga dan berkontribusi dalam setiap langkah mitigasi ini,” ujar Ariasandy dalam keterangan resmi.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong dalam penanganan bencana sangat vital, mengingat dampak erupsi yang luas.

Polres Flotim bersama stakeholder lainnya akan terus bekerja keras untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdampak.

Adapun Pemerintah Kabupaten Flotim telah menyiapkan beberapa pos pengungsian untuk menampung warga yang terdampak, dengan total pengungsi mencapai 2.660 orang.

Beberapa pos pengungsian yang tersedia antara lain Pos Pengungsian Konga sebanyak 833 pengungsi, Pos Pengungsian Bokang sebanyak 616 pengungsi. Pos Pengungsian Lewolaga ada 789 pengungsi dan yang terakhir di SDK Hokeng Sikka sebanyak 422 pengungsi.

Setiap pos dilengkapi dengan sarana prasarana seperti dapur umum, tenda pengungsian, dan toilet umum.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Saat ini, kami bersama aparat keamanan dan relawan sedang melakukan evakuasi dan penanganan di lapangan. Kami juga akan meningkatkan patroli dan penjagaan di posko pengungsian untuk memastikan keamanan para pengungsi. Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan yang diperlukan dan memantau situasi perkembangan gunung berapi ini,”ujar Kabidhumas.

Dalam pernyataannya, Kabidhumas Polda NTT mengucapkan turut berbela sungkawa atas peristiwa tersebut.

“Kami (Polda NTT) mengucapkan turut berbela sungkawa yang mendalam atas tragedi yang terjadi akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Kehilangan nyawa dan dampak yang dialami masyarakat sangatlah menyentuh hati kami. Atas kejadian ini, kami berkomitmen untuk mendampingi dan membantu korban serta memastikan keselamatan seluruh warga. Mari kita bersama-sama saling mendukung dalam situasi sulit ini,”ungkapnya. (spiritntt.com/hms)

Tinggalkan Balasan