Ternyata, Ronald Anak Anggota DPR RI Asal NTT Pukul Kepala Pacarnya Pakai Botol Tequila

SPIRIT NTT.COM/HO-ANT Gregorius Ronald Tannur, anak Anggota DPR RI F-PKB yang menganiaya Dini hingga tewas saat berada di Polrestabes Surabaya.
SPIRIT NTT.COM/HO-ANT Gregorius Ronald Tannur, anak Anggota DPR RI F-PKB yang menganiaya Dini hingga tewas saat berada di Polrestabes Surabaya.

SPIRITNTT.COM, SURABAYA  – Setelah Gregorius Ronald Tannur (31) ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan hingga tewasnya Dini Sera Afrianti (29), motif tindak pidana tersebut hingga kini belum terungkap.

Selain motif yang belum terungkap, buntut dari kasus ini merembet hingga dinonaktifkanya Edwar Tannur dari Komisi IV DPR RI. Ronald yang merupakan anak dari Anggota DPR RI Fraksi PKB, Edward Tannur.

Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid mengatakan, partai pengambil langkah tersebut agar Edward fokus pada penyelesaian masalah penganiayaan yang dilakukan anaknya.

Peristiwa penganiayaan hingga meninggalnya Dini terus . menjadi atensi publik. Lalu bagaimanakan Ronald menghabisi Dini yang adalah kekasihnya itu?

Pada malam naas Selasa (3/10/2023) itu Ronald mengajak Dini yang asal dari Sukabumi, Jawa Barat ini untuk makan di kawasan GWalk, Citraland.

Keduanya sudah tinggal bersama di Apartemen Tanglin Orchard Surabaya Barat selama lima bulan terakhir ini.

Usai makan malam kedua pasangan kekasih ini menuju karaoke di Blackhole KTV Surabaya. Di sana mereka berdua bertemu dengan teman-teman Ronald.

Mereka bernyanyi bersama-sama serta bersendagurau layaknya anak muda. Mereka bernyanyi sambil menikmati minuman beralkohol jenis tequila.

Kemeriahan di dalam ruang karaoke room 7 Blackhole KTV ini berubah tragis. Tidak diketahui sebab musababnya, Ronald yang masih memegang satu botol tequila itu mulai berlaku kasar kepada Dini. Keduanya terlibat cekcok sejak keluar room hingga masuk ke dalam lift menuju basemen tempat parker mobil Ronald.

Rupanya tidak hanya cekcok dalam bentuk kata-kata, tetapi Ronald menendang Dini di dalam lift. Dini pun tersungkur.  Ronald juga memukul kepala Dini sebanyak dua kali menggunakan botol tequila.

Begitu lift di baseman terbuka, Dini langsung berlari dan duduk bersandar di pintu kiri mobil  Innova warna abu-abu metalik milik Ronald.

“Sesampai di parkiran basemen Lenmarc masih terjadi pertengkaran.  korban DSA keluar dari lift mendahului saksi GR dan sambil main handphone (hingga) di depan mobil Inova nopol B 1744 PW berwarna abu-abu metalic yang milik GR,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce.

Ronald sepertinya mengabaikan Dini, karena dia langsung masuk ke jok tempat duduk sopir di mobil tersebut.  Setelah menghidupkan mobilnya, tiba-tiba Ronal tancap gas dan banting setir ke arah kanan hingga Dini yang bersandar kehilangan keseimbangan. \

Sebagian tubuh Dini terlindas ban mobil itu. Perempuan malang itu bahkan sempat terseret sejauh kurang lebih 5 meter di parkiran basemen itu.

Akibat tindakan brutal tersebut, Dini dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (4/10/2023) dini hari. Jenazahnya kemudian diautopsi di Rumah Sakit Umum dr. Soetomo Surabaya.

Patah Tulang Iga

Tim Dokter Forensik RSU dr Soetomo dr Reni Sumulyo menjelasnya mereka melakukan autopsy pada 4 Oktober 2023 pukul 23.30 Wib.

Pihaknya menemukan luka memar pada sejumlah tubuh Dini antara lain di kepala sisi belakang, leher kanan kiri, anggota gerak atas, dada bagian kanan dan tengah, perut kiri bawah, lutut kanan, tungkai kaki atas atau paha kemudian pada punggung tangan.

Menurut dr. Reni, dalam tubuh Dini juga ditemukan luka lecet pada anggota gerak atas. Sedangkan pada pemeriksaan dalam, ditemukan resapan darah pada otot leher atau lapisan kulit bagian leher kanan dan kiri.

“Ada patah tulang disertai resapan darah pada tulang iga kedua sampai lima. Kemudian ada luka memar pada organ paru dan luka pada organ hati,” imbuhnya. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan