Tergiur Untung Puluhan Juta, Dua Mahasiswi di Kupang Nekat Gunakan Uang Registrasi untuk Ikut Bisnis MLM

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto dialog dengan dua mahasiswi yang menjadi korban bisnis MLM didampingi orangtuanya sebelum membuat laporan polisi di SPKT Polresta Kupang Kota, Rabu (11/1/2023) malam. FOTO : ISTIMEWA
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto dialog dengan dua mahasiswi yang menjadi korban bisnis MLM didampingi orangtuanya sebelum membuat laporan polisi di SPKT Polresta Kupang Kota, Rabu (11/1/2023) malam. FOTO : ISTIMEWA

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Tergiur mendapat keuntungan setiap minggu dan meraih puluhan jutaan rupiah setiap minggu, dua orang mahasiswi di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat menggunakan uang registrasi untuk mengikuti bisnis multi level marketing (MLM).

Pada awalnya kedua mahasiswa tersebut diundang salah satu rekan mereka untuk mengikuti penjelasan bisnis MLM di salah satu rumah di bilangan Oesapa Kota Kupang.

Usai mendengar penjelasan tersebut, rekan yang mengundang keduanya mengajak untuk segera bergabung dalam bisnis yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda tersebut.

Bagi pendaftar atau member baru yang ingin bergabung dalam bisnis MLM tersebut wajib menyetor sebesar Rp 8 juta.

Keduanya tanpa ragu memakai uang registrasi kuliah yang dikirim oleh orangtuanya untuk mendaftar menjadi anggota MLM.

Setelah menyetor uang keanggotaan, rekan yang mengajak keduanya ikut bisnis MLM tersebut mulai hilang kontak dan sulit sekali dihubungi.

Sementara jadwal registrasi dari kampus sudah dimulai. Hal ini membuat kedua mahasiwi ini kalang kabut dan stres.

Kedua mahasiswa tersebut mengadu ke orangtuanya di Kabupaten Malaka. Kemudian orangtuanya datang ke Kupang dan bersama kedua mahasiswi tersebut melaporkan kasus penipuan tersebut ke Mapolresta Kupang Kota, Rabu 11 Januari 2023 malam lalu.

Yudith Fetok Naisau, orangtua dari salah satu mahasiswi tersebut mengaku, kesel setelah mendengar informasi yang disampaikan anaknya.

Dia meyakini bahwa masalah yang dialami anaknya tersebut merupakan tindakan penipuan yang dilakukan oleh rekannya.

Sebab tambah Yudith, aksi penipuan seperti itu pernah dialami keluarganya hingga uang puluhan juta raib dan hingga saat ini pelaku tidak pernah ditemukan.

“Ini penipuan karena ada keluarga yang pernah mengalami hal seperti ini jadi kami lapor supaya uang kami bisa dikembalikan,” katanya.

Ia juga mengaku tidak pernah diberitahukan oleh anaknya terkait pendaftaran untuk ikut bisnis dengan penghasilan puluhan juta itu.

Menurut Yudit, uang yang dikirim sebanyak Rp 5 juta dan uang tersebut diperoleh dengan susah payah.

“Kalau uang sebanyak itu hilang, kami orangtua ini mau ambil uang dari mana lagi. Uang itu saja kami kerja berdarah-darah baru dapat, trus datang kasih orang begitu saja. Jadi saya mau itu uang dikembalikan untuk bayar regis,” ungkapnya dengan kesal.

Mahasiswi yang Serly menjelaskan, awalnya ia diajak untuk mengikuti kegiatan mahasiswa mandiri. Dalam kegiatan tersebut para peserta diberikan pemahaman terkait bisnis yang akan diikutinya.

“Setelah kegiatan itu, temannya yang bernama Opet terus mendesaknya. Jadi pas dapat kiriman uang dari orangtua Rp 5 juta untuk regis jadi saya pakai uangnya,” katanya seperti dikutip Pos Kupang.

Serly juga mengaku setelah menjadi anggota, ia baru mendapat satu anggota yakni korban kedua. Korban kedua baru menyerahkan uang Rp 1,1 juta.

“Waktu itu, saya sudah bilang ke dia (terlapor.red), kalau uang ini uang regis jadi saya mau foto formulir tapi dia tidak mau. Dia bilang tidak perlu beritahu keluarga,” pintanya.

Kedua korban tersebut dijanjikan akan mendapat uang harian, mingguan dan bulanan. Bahkan jumlahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Lince, korban kedua, mengaku diajak korban Serly. Setelah menerima penjelasan terkait cara kerja, ia juga tertarik untuk mengikuti MLM tersebut.

“Karena mereka sudah paksa-paksa tapi uang belum ada dan hanya ada Rp 1,1 juta jadi saya baru panjar. Dan ada kwitansinya,” sebutnya.

Menurutnya, karena tidak ada komunikasi yang baik dari perekrut maka ia juga ingin melaporkan agar uang tersebut dikembalikan karena uang tersebut untuk keperluan pembiayaan kuliah. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan