Suhu Udara di Bajawa dan Ruteng Capai 15 Derajat Celcius, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Dingin di NTT

Badan Meteorologi dan Geofisika BMKG
Badan Meteorologi dan Geofisika BMKG

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Suhu udara di Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir-akhir semakin dingin.

Terkhususnya di beberapa wilayah seperti Kota Kupang, Bajawa Kabupaten Ngada dan juga Ruteng Kabupaten Manggarai.

Bahkan suhu udara di Bajawa dan Ruteng hari ini Kamis 7 Juli 2022 berada pada 15 – 25 derajat Celcius dengan kelembaban udara 55-95 persen.

Sedangkan suhu di Kota Kupang berkisar 23 – 30 derajat Celcius dengan kelembapan mencapai 55 – 90 persen.

Kira-kira apa penyebab cuaca dingin di beberapa wilayah di NTT?

Melalui laman resminya, bmkg.co.id, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) membeberkan penyebab cuaca dingin yang melanda Wilayah NTT sejak awal Juli lalu.

Terkait penyebab suhu dingin saat ini, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Miming Saepudin membenarkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

 “Betul, sudah masuk kemarau di sebagian besar (wilayah),” ujar Miming melansir Kompas.com.

Berdasarkan prakiraan musim kemarau 2022 pada 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia menunjukkan sebagian besar wilayah diprediksi mengalami awal musim kemarau pada bulan April hingga Juni, sebanyak 261 ZOM atau 76,3 persen dari 342 ZOM. 

Jika dibandingkan terhadap rata-rata selama 30 tahun (1991-2020), awal musim kemarau tahun ini di sebagian besar daerah yakni 163 ZOM (47,7 persen) diprakirakan mundur, sedangkan wilayah lainnya diprediksi sama terhadap rata-ratanya 90 ZOM (26,3 persen) dan maju terhadap rata-ratanya sebanyak 89 ZOM (26 persen). BMKG menjelaskan suhu dingin di Indonesia akhir-akhir ini disebabkan karena sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau. (Tim Redaksi SPIRITNTT.COM)

Tinggalkan Balasan