SEJAK – Kepemimpinan Bupati Kupang Korinus Masneno dan Wakil Bupati Jerry Manafe pembangunan sektor pertanian terus berkembang pesat sejalan dengan semakin membuminya progam Refolusi 5P yang menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan dalam pembangunan.
Sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian warga Kabupaten Kupang yang 90 persen merupakan petani. Selama masa pandemi COVID-19 masyarakat Kabupaten Kupang tetap bertahan dari terpaan krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 yang berlangsung dua tahun.
Masyarakat Kabupaten Kupang terus mengali berbagai potensi sumber daya alam yang ada guna bergerak ekonomi masyarakat yang menjadikan pertanian sebagai sandaran utama.
Seperti dilakukan masyarakat Pulau Semau yang terus bergerak cepat dalam mengembangkan potensi tanaman bawang.
Pulau Semau khususnya di Kecamatan Semau Selatan merupakan daerah sentra penghasil bawang yang sangat luar biasa, terbukti dengan usaha tanaman bawang kesejahteraan hidup masyarakat menjadi lebih baik dari waktu lalu.
Asis Lafu mewakili petani bawang di Desa Uitiuhana menyebutkan usaha tanaman bahang menjadi salah satu sumber potensi pendapatan masyarakat yang sangat menjajikan.
Luas lahan pertanian bawang yang dikelola masyarakat di Desa Uitiuhana mencapai 100 ha dan dengan hasil panen dapat memnuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anak-anak.
Menurut Asis Lafu mayoritas masyarakat bertanam bawang dan memanfaatkan sumur bor untuk menyirami lahan bawang tersebut sehingga bisa mendapatkan hasil yang melimpah.
Masyarakat petani bawang di desa Uitiuhana bisa tersenyum sumringah ketika bisa menjual hasil bawang perkilo mencapai Rp40.000/kg.
Semua itu tentu tidak terlepas dari semangat dan dorongan Pemerintah Kabupaten Kupang yang terus gencar melakukan berbagai strategi dalam membangun sektor pertanian.
Bupati Kupang Korinus Masneno mengapresiasi semangat dan kerja keras masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan2 kebun untuk di tanami bawang.
Menurutnya dengan menanam bawang dengan luasan lahan ratusan halter tentu memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi petani dalam menghidupi keluarga dengan baik.
“Tanam bawang dan memanen beras. Harga bawang juga luar biasa baik sehingga tiap kali panen bisa berikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Korinus Masneno saat melakukan panen bawang di Semau beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan program Revolusi 5P pada bidang Pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan kelautan dan pariwisata telah mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang.
“Lewat Revolusi 5 P, kita berkerja apa yang ada pada masyarakat dan dapat dikerjakan oleh masyarakat secara baik dengan hasil yang melimpah,” kata Bupati Korinus Masneno.
Kesuksesan petani dalam mengembangkan usaha tanaman bawang melalui program Refolusi 5P juga dilakukan kelompok tani Maju Mandiri Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang yang mampu menghasilkan panen 1 ton bawang merah dilahan 1 hektar.
Kelompok tani (Poktan) Maju Mandiri Desa Naunu-Kabupaten Kupang beranggotakan 23 orang secara bergotong royong membangun kawasan pertanian dengan mengembangkan usaha tanaman bawang.
Lokasi lahan yang dikelola Kelompok Tani Maju Mandiri ini berada di wilayah Nefolie Desa Naunu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang yang mengelar panen raya bawang pada Minggu (11/9) dihadiri Kepala Dusun I Yeremia Banafanu dan Ketua RT 02 Simson Thobe.
Ketua Kelompok Maju Mandiri, Herson Kase menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Desa Naunu yang telah memberikan bantuan kepada kelompok Tani Maju Mandiri
Bantuan yang didapat dari desa berupa bantuan bibit bawang merah yang ditanam anggota kelompok Tani Maju Mandiri dalam lahan satu hekater.
Hasil yang didapat saat panen, merupakan bentuk nyata pemerintah desa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dari tanaman bawang merah.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini semakin menambah semangat kami untuk mengembangkan budidaya bawang” kata Herson Kase.
Herson Kase menambahkan dengan cuaca panas sekarang ini Poktan maju Mandiri menyiapkan sumber air seperti selang, bak air dan tandon yang kapasitasnya 5.000 liter.
Ia berharap pemerintah Kabupaten Kupang agar mendukung dalam bentuk pemasangan solar sel menggunakan tenaga surya agar masyarakat bisa lebih terlayani dalam pertanian dan peternakan.
“ Pemerintah baik itu Desa Naunu maupun Kabupaten Kupang terus memberikan bantuan seperti alat pertanian, bibit holtikultura dan obat-obatan serta pembinaan terhadap Poktan sebab ini juga bagian dari dukungan terhadap Refolusi 5P,” ujarnya. (Ando).




