Presiden Jokowi Naik Sepeda Terbuat dari Bambu yang Diambil dari Flores

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan bibit tanaman kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya Abubakar. FOTO:Humas Pemprov NTT
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan bibit tanaman kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya Abubakar. FOTO:Humas Pemprov NTT

SPIRITNTT.COM, LABUAN BAJO-Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  menegaskan, NTT terus membangun agroforestry dan agroforestry itu bisa berjalan baik di NTT kalau ada bambu.

“Kami sudah punya bibit  bambu sebanyak 2,5 juta dan kami sudah tanam 1.300 hektar khusus untuk bambu.  Bambu ini berbeda, kalau orang biasa berbicara bambu, itulah yang bisa  menyelamatkan Nusa Tenggara Timur karena di dalam satu rumpun bambu  menyimpan 5.000 liter air di dalamnya,” jelas Gubernur Viktor saat memberikan sambutan pada kegiatan Kick Off Sosialisasi 22 Provinsi, Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Rabu,  (1/2/2023).

Gubernur menegaskan, bambu merupakan masa depan dunia dan memiliki fungsi yang sangat banyak  untuk kehidupan manusia.

Dijelaskan, agroforestry merupakan manajemen pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari melalui  cara mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengolahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat, dan bambu merupakan solusi untuk hal ini.

“Bambu adalah hidup masa depan. Sekarang sepedapun dibuat dari bambu. Bapak Presiden Jokowi beberapa hari yang lalu naik sepeda, sepedanya itu terbuat dari bahan bambu dan pohon bambunya itu berasal dari Flores, NTT,” pungkas Gubernur NTT.

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese naik sepeda bambu di Kebun Raya Bogor, Senin (6/6/2022). FOTO: DOK. Sekretariat Presiden

Gubernur Viktor  memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih secara khusus kepada bapak Presiden RI, Joko Widodo karena telah memberikan perhatian yang sangat serius kepada Provinsi NTT.

“Hari ini NTT dilihat sangat indah itu semua karena Presiden Joko Widodo. Satu-satunya Presiden yang begitu sering mengunjungi Provinsi NTT. Kalau bukan karena Presiden Jokowi, Labuan Bajo tidak bisa jadi seperti ini, Contoh, waterfront yang sangat keren seperti di New York, tidak ada di tempat lain, hanya ada di NTT,” kata Gubernur VBL.

Lebih lanjut, Gubernur VBL juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Siti Nurbaya Abubakar serta semua jajarannya yang telah menggelar kegiatan Kick Off Sosialisasi 22 Provinsi, Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Mantan ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir dari seluruh Indonesia.

“Selamat datang di Nusa Tenggara Timur. NTT adalah tempat yang indah, ini daerah yang kekayaannya bukan bersumber dari tambang mas, batu bara, nikel dan sebagainya, ini berbeda.  Kayanya karena datang dari alamnya yang cantik luar biasa yang merupakan anugerah Tuhan, dan itu sebagai kekuatan dalam membangun provinsi ini,” ujar Gubernur VBL.

Menteri LHK,  Siti Nurbaya Abubakar, memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT.

“Saya bergembira tadi pak gubernur sudah bisa menjadi contoh karena pak gubernur sangat memahami tentang FOLU Net Sink,” jelas Menteri LHK.

Lebih lanjut, Menteri Siti Nurbaya juga menyampaikan harapannya agar apa yang telah disepakati akan menjadi komitmen bersama untuk  diwujudnyatakan.

“Saya berharap dengan yang sudah konkrit ini harusnya jangan rapat-rapat terus hanya soal merencanakan, tetapi harus segera ditindaklanjuti. Arahan dan catatan kritis dari bapak Gubernur tentu dapat jadi perhatian kita semua,” kata Menteri Siti.

Menteri LHK juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur NTT dan jajaran Pemerintah Daerah terhadap langkah-langkah implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink.

“Kerja nyata selama ini yang dilakukan harus bisa dicatat sebagai bukti yang avidance akuntable dengan mtv, jadi ada metode pengikutnya yang dapat di implementasikan. Ada  yang sangat bagus di NTT, dengan kondisi-kondisi yang ada yang telah kita lihat dipameran. Pada konteks ini terkait eko wisata NTT, kalau kita lihat NTT mesti kita lihat Bali. Waktu kita mengembangkan NTT dengan Komodo ini sebagai destinasi baru yang strategis, kita merujuk pada Bali dan Mataram. Ini  yang terus  juga kita pelajari,” jelas Menteri Siti.

Menteri LHK juga menugaskan jajarannya agar segera dalam dua sampa tiga bulan ke depan untuk melakukan riset.

“Bapak Dirjen Ruanda dan Pak Dirjen Agus serta pak Wiratno, saya tugaskan untuk segera lakukan Rapid KLHS, jadi study kajian lingkungan hidup strategis secara cepat dalam waktu 2 (dua) sampai 3 (tiga) bulan ini, kita lihat contoh Danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten  Ende, pantai Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Riung dengan  tujuh belas pulau di Ngada, dan sebagainya,”tutup Menteri LHK RI.

Selanjutnya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Menteri LHK RI, Siti Nurbaya Abubakar melakukan kunjungan kerja ke lokasi Tempat Persemaian Moderen di Sata Kodi, Nggorang, Labuan Bajo.

Turut menampingi Gubernur NTT, Kadis PUPR Provinsi NTT, Maxi Nenabu, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Zeth Sony Libing.

Tampak hadir mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sarwono Kusumaatmadja, Penasehat Senior Menteri LHK RI, Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari, Dr. Ir. Ruanda Agung, M.Sc, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan dan Prof. Ismunandar, Wakil Delegasi tetap RI untuk UNESCO.(spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan