Polda NTT Tanggapi Laporan Dugaan Kekerasan Polisi terhadap Pemred Floresa

Perempuan tua Poco Leok pingsan terkena pukulan saat terjadi bentrok antara warga Poco Leok dengan aparat polisi saat unjuk rasa yang berlangsung Rabu (21/6/2023) .


SPIRITNTT.COM, KUPANG –
Polda NTT menanggapi laporan dugaan kekerasan oknum anggota Polres Manggarai terhadap Pemred Floresa saat unjuk rasa menolak pembangunan Geothermal Poco Leok, Manggarai.

Kepala Bidang Humas Polda NTT KBP Ariasandy mengatakan Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Floresa.Co atas nama Herry Kabut telah melaporkan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum
anggota Polres Manggarai, kepada Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda NTT serta melaporkan juga kasus tersebut di SPKT Polda NTT pada hari Jumat, 11 Oktober 2024.

Laporan tersebut dibuat terkait dengan dugaan insiden yang terjadi pada saat unjuk rasa penolakan pembangunan Geothermal Poco Leok pada hari Rabu 2 Oktober 2024 di Kabupaten Manggarai.

Ariasandy mengatakan Polda NTT menanggapi dengan serius setiap laporan dari masyarakat, terutama yang melibatkan dugaan pelanggaran oleh anggotanya. Laporan yang masuk ke Bidang Propam terkait dugaan kekerasan ini akan diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku

Dia mengatakan, pihak kepolisian berkomitmen untuk menjaga profesionalitas dan integritas institusi kepolisian dalam melayani dan melindungi masyarakat. Tidak mentolerir segala bentuk tindakan kekerasan atau pelanggaran yang dilakukan oleh anggota.

“Semua laporan akan diproses secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terkait dengan laporan tersebut, Bid Propam Polda NTT akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kebenaran dugaan kekerasan yang terjadi di lokasi proyek Geothermal Poco Leok,” kata dia.

Pihak Polda akan memeriksa seluruh bukti dan keterangan saksi terkait peristiwa tersebut, termasuk dari pihak pelapor dan terlapor.

Polda NTT juga mengimbau kepada semua pihak, baik masyarakat maupun media, untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut. Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama demi terciptanya situasi yang kondusif, khususnya di lokasi proyek geothermal yang menjadi perhatian publik. (spiritntt)

Tinggalkan Balasan