SPIRITNTT.COM, KUPANG – Sejak Bulan November lalu hujan nyaris terjadi setiap hari di sejumlah besar wilayah di NTT. Bahkan akibat hujan yang cenderung lebat tersebut menyebabkan bencana banjir wi beberapa wilayah di NTT.
Namun dalam sepekan ini, hujan sudah tidak lagi turun. Bahkan panas terik terjadi di sejumlah wilayah di NTT. Padahal menurut BMKG beberapa waktu lalu, Bulan Desember ini NTT sudah memasuki musim penghujan.
Lalu mengapa di musim hujan seperti sekarang ini, panas terik melanda sebagian besar wilayah NTT?
Ternyata menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika NTT, saat ini sebagian wilayah Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur sedang mengalami monsun break.
Lalu apa itu monsum break? Ternyata monsun break menurut BMKG adalah fase di mana intensitas hujan menurun setiap tahunnya pada saat musim hujan.
Fase ini sudah umum terjadi di setiap tahun. Fase ini bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Namun intensitasnya menurun dibanding sebelumnya.
“Monsun break biasanya sering terjadi di bulan Desember atau sebelum memasuki puncak musim hujan,” kata BMKG, Selasa (13/12/2022).
Dijelaskan BMKG, usai fase monsun break berlalu, intensitas hujan akan kembali meningkat karena saat ini suhu permukaan laut di NTT masih hangat.
Artinya masih cukup banyak suplai uap air untuk mendukung proses pertumbuhan awan hujan. Dan, didukung kelembaban udara tiap lapisan yang masih cukup basah.
Berdasarkan analisa prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, untuk wilayah NTT diperkirakan 2 hingga 3 hari ke depan hujan akan kembali normal.
Sedangkan prakiraan untuk hari ini, Selasa (13/12/2022) hujan disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah di NTT yakni Kota Kupang, Kupang, Malaka, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ngada. (spiritntt.com)
Panas Terik Landa NTT. Ternyata Ini Penyebabnya




