NTT Wilayah Kepulauan, Aksesibilitas Telekomunikasi Jadi Kebutuhan Mendesak

Menkomdigi RI Meutya hafid foto bersama Pj Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto saat kunjungan ke Kupang, Rabu 30 Oktober 2024. Turut mendampingi Pj Wali Kota Kupang Linus Lusi dan Pj bupati Kabupaten Kupang Alexon Lumba.

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang memiliki karakter kepulauan. Total terdapat 1.192 pulau dengan 432 pulau yang sudah memiliki nama dan 42 pulau yang berpenghuni di NTT.

Karena itu, aksesibilitas telekomuikasi di NTT menjadi hal yang penting dan mendesak bagi masyarakat.

“Provinsi NTT adalah wilayah kepulauan yang terpisah oleh banyak pulau, sehingga akses telekomunikasi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Kami berharap ada dukungan lebih dari pemerintah pusat untuk memastikan semua titik di NTT terkoneksi dengan baik,” ungkap Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, SP., MP., saat menyambut Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, di Kupang, Rabu 30 Oktober 2024.

Andriko mengatakan, penguatan akses telekomunikasi penting dalam meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi di wilayah NTT.

Pj. Gubernur juga mengusulkan kepada Menteri Meutya Hafid agar akses telekomunikasi dijadikan sebagai pelayanan dasar wajib pemerintah, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati layanan komunikasi yang memadai, terutama akses internet yang semakin vital untuk menunjang perekonomian masyarakat.

“Telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan dasar, dan kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat NTT bisa merasakan manfaat dari koneksi yang baik, termasuk akses Wi-Fi dan layanan komunikasi yang stabil,” tambah Andriko.

Adapun kunjungan kerja tersebut merupakan kunjungan perdana Menkomdigi Meutya Hafid di NTT pasca dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin 21 Okotober 2024 lalu.

Kunjungan itu bertujuan untuk meninjau langsung ketersediaan akses telekomunikasi di wilayah NTT, khususnya di area-area yang membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang lebih memadai.

Meutya Hafid, menegaskan pentingnya pemerataan akses telekomunikasi hingga ke kawasan Indonesia Timur. “Kami mau Indonesia Timur juga terkoneksi, terhubung dengan baik,” kata Meutya.

Selain itu, Menteri Meutya juga mengungkapkan kunjungannya ke Kabupaten Kupang guna memeriksa secara langsung kondisi infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut.

“Tujuan saya ke Kabupaten Kupang untuk melihat konektivitas di sana,” ujarnya.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat konektivitas di NTT serta mempercepat proses digitalisasi nasional, sehingga seluruh masyarakat NTT, khususnya di wilayah terpencil, dapat memperoleh manfaat dari akses telekomunikasi yang lebih baik dan merata. (BAP NTT/spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan