Kota Kupang Kembali Semarak, Jalan El Tari Dihiasi Lampion Imlek dan Lokasi Pegelaran Barongsai

Pemkot Kupang dan komunitas Tionghoa memasang lampion di Jalan El Tari Kota Kupang, NTT. FOTO : Pemkot Kupang
Pemkot Kupang dan komunitas Tionghoa memasang lampion di Jalan El Tari Kota Kupang, NTT. FOTO : Pemkot Kupang

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali semarak dengan pemasangan berbagai atribut keagamaan.

Sebelumnya menjelang hari Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023, sepanjang Jalan El Tari dipasang pohon Natal dari berbagai komunitas.

Berbagai model Pohon Natal dipasang hampir selama sebulan di jalan protokol tersebut. Pada malam hari lokasi tersebut dipadati warga Kota Kupang dan dari daerah lainnya untuk menikmati keindahan di lokasi tersebut.

Kali ini ruas jalan tersebut kembali semarak. Menjalang Imlek 22 Januari 2023, lokasi tersebut dipasang berbagai jenis lampion.

Pemasangan lampion tersebut diinisiasi Pemerintah Kota Kupang bersama sejumlah paguyuban etnis Tionghoa di Kota Kupang memasang lampion di sepanjang Jalan El Tari.

Pemasangan lampion sudah berlangsung sejak tanggal 19 Januari 2023 sebelum perayaan Imlek hingga 31 Januari 2023 mendatang.

Selain pemasangan lampion, rencananya akan dilaksanakan atraksi budaya termasuk di dalamnya pertunjukan barongsai untuk memeriahkan perayaan Imlek tahun ini.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH dalam pertemuan di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang belum lama ini menyampaikan, pemasangan lampion menjelang perayaan Imlek sama seperti pemasangan pohon Natal di sepanjang Jalan El Tari saat Natal lalu telah membuat Kota Kupang memiliki karakter tersendiri sebagai kota toleran.

Diakuinya meskipun dengan persiapan yang tidak begitu lama, pemasangan Pohon Natal telah menimbulkan image positif tentang Kota Kupang.

Dia berharap spirit yang sama terus ada dalam perayaan hari-hari besar keagamaan lainnya.

Penjabat Wali Kota juga menyambut baik rencana pagelaran atraksi budaya oleh Paguyuban Tionghoa. Dia berharap atraksi budaya semacam ini bisa secara rutin diselenggarakan dan masuk dalam agenda kalender Even di masing-masing kelurahan.

Ketua Paguyuban Tionghoa INTI NTT, Theo Widodo mengakui ide pemasangan lampion di jalur utama Jalan El Tari merupakan inisiatif Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, yang menjadi bukti kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakatnya. 

Menurutnya warga Kota Kupang etnis Tionghoa yang diwakili 3 paguyuban menyambut baik tawaran tersebut, karena Imlek merupakan perayaan bersama untuk mensyukuri tahun baru, yang dirayakan dengan berbagai kegiatan termasuk pemasangan lampion.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, Fransisco Bernando Bessi, menambahkan pemasangan lampion pada 20 titik tiang lampu di sepanjang jalan El Tari, tepatnya dari depan Kantor Gubernur NTT hingga ujung Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Masing-masing tiang dipasang 3 lampion. Pemasangan ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Kupang bersama sejumlah paguyuban etnis Tionghoa di Kota Kupang.

Rencananya pada tanggal 28 Januari mendatang akan digelar atraksi budaya bernuansa Imlek, termasuk pertunjukan barongsai di arena car free day Jalan El Tari Kupang.

Sementara itu Ketua HAKKA NTT, Yano Laemonta, menyampaikan terima kasih atas inisiasi Penjabat Wali Kota tersebut.

Dia mengusulkan untuk menambah semarak perayaan Imlek, Penjabat Wali Kota perlu mengeluarkan imbauan agar masing-masing pemilik toko di Kota Kupang yang mayoritas etnis Tionghoa untuk memasang lampion di depan toko masing-masing. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan