Ketika Gubernur Viktor Mengajak Warga NTT Gotong Royong Mengatasi Multi Krisis

Bencana alam yang mendera Provinsi Nusa Tenggara Timur sepertinya tidak pernah berkesudahan.

Bencana pandemi COVID-19 yang melanda daerah ini sejak tahun 2020 telah merenggut banyak korban jiwa di Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah NTT dibawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi terus berupaya mengatasi pandemi COVID-19 dengan tenang tanpa adanya gejolak seperti terjadi pada sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Perhatian pemerintah NTT terkuras habis selama pandemi COVID-19 ditegah keterbatasan anggaran yang hampir 90 persen dana APBD I NTT terkuras habis hanya untuk penanganan pandemi COVID-19 semata.

Pandemi COVID-19 belum berakhir, Provinsi NTT kembali diterpa bencana badai siklon tropis seroja yang memporak porandakan 52.793 rumah penduduk serta rusaknya berbagai infrastruktur yang telah dibangun pemerintah sekian lama.

Guberur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi tetap tegar dalam menghadapi berbagai bencana yang datang mendera warga NTT itu.

Perayaan ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 berlangsung di tengah ancaman Pandemi COVID-19 serta duka nestapa warga NTT yang diterpa badai siklon tropis seroja.

Hal ini tidak mengurangi makna luhur kemerdekaan dan sebagai bangsa yang religius, kita patut menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan kasih-Nya yang menuntun ziarah perjalanan sejarah kita sebagai bangsa yang merdeka.

Guberur Viktor Bungtilu Laiskodat secara pribadi dan keluarga, bersama Wakil Gubernur, Bapak Josef A. Nae Soi serta Jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-76 kepada seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Peringatan Proklamasi Kemerdekaan tahun ini mengambil tema:
“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.”

Pemilihan tema ini relevan dengan tantangan berat yang dialami bangsa ini menghadapi krisis kesehatan dan krisis ekonomi akibat Pandemi COVID-19 dan badai siklon tropis Seroja.

Untuk mengatasi multi-krisis ini dibutuhkan ketangguhan dan solidaritas seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu membangun dan menumbuhkan harapan baru.

Sebagai bangsa pejuang optimis bahwa dengan semangat kemerdekaan dan persatuan kita dapat bergotong-royong menunaikan tugas konstitusional mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dan Indonesia maju dengan keberanian yang menyala-nyala sambil berpegang pada prinsip “Pelaut yang handal tidak diciptakan oleh laut yang tenang, tetapi terbentuk dari laut dengan ombak dan badai yang besar.”

Dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, secara khusus Gubernur Viktor Bungtilu menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan jajaran kementeriannya yang telah memberi perhatian khusus bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.

Terima kasih kepada semua tenaga medis, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur, Tim Satgas Bencana Siklon Tropis Seroja, serta kepada semua lembaga sosial dan keagamaan atas dedikasi yang tinggi berjuang menyelamatkan masyarakat dan daerah ini dari bahaya Covid-19 dan terjangan badai Seroja.

Penghargaan serupa juga disampaikan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang atas kesadaran, kewaspadaan dan kedisiplinan yang tinggi telah mematuhi protokol kesehatan dan berpartisipasi dalam vaksinasi.

“Kita berharap segera terbentuk kekebalan komunitas, sehingga penyebaran virus di daerah ini dapat terkendali. Kami menyampaikan turut berdukacita kepada semua keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih akibat Badai Seroja, Pandemi COVID-19, dan khususnya bagi tenaga kesehatan yang gugur di medan pelayanan,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat.

Di tengah situasi yang serba sulit ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap berkomitmen untuk mewujudkan visi “Nusa Tenggara Timur Bangkit menuju masyarakat Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Pemerintah kata dia telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mendorong sektor riil cepat tumbuh demi meningkatkan pendapatan rakyat, memicu daya beli masyarakat, mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja dan memacu produktivitas ekonomi melalui implementasi kebijakan pemulihan ekonomi nasional, percepatan penyelesaian infrastruktur jalan provinsi, perluasan program Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS, serta berbagai bantuan sosial.

Terobosan tersebut telah membuahkan hasil, dimana ekonomi Nusa Tenggara Timur berangsur pulih sebagaimana tercermin pada kinerja perekonomian triwulan II 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 4,22 persen, lebih baik dibandingkan dengan triwulan I sebesar 0,12 persen.

Angka kemiskinan kata dia pada Maret 2021 juga mengalami penurunan menjadi 20,99 persen dibanding dengan September 2020 sebesar 21,21 persen. Demikian pula, angka stunting terus menurun dari 35,40 persen pada tahun 2018 menjadi 23,20 persen pada Pebruari 2021.

Walaupun kita masih berada dalam situasi Pandemi COVID-19, namun tahun ini Nusa Tenggara Timur menorehkan prestasi, salah satunya adalah penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2020 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Ini menunjukan keseriusan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk terus mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian agar segera pulih kembali,” ujarnya.

Kita bulatkan tekad untuk terus berjuang di masa sulit ini, berani menghadapi tantangan dengan optimisme yang tinggi dan jiwa pantang menyerah, untuk membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang tangguh yang terus bertumbuh untuk mewujudkan Indonesia Merdeka, Indonesia Jaya. MERDEKA ….MERDEKA (adv)

.

Tinggalkan Balasan