Kerja Keras Bupati Korinus Masneno Wujudkan Hunian Tetap Penyintas Seroja Di Saukibe

Bupati Kupang Korinus Masneno menyerahkan secara simbolis kunci ruamh bagi korban bencana seroja di Desa Saukibe, Kamis.

Warga Kabupaten Kupang benar-benar terpuruk saat bencana alam badai siklon tropis seroja menerjang daerah itu pada 4 April 2021 silam. Melalui kerja keras dilakukan Bupati Kupang Korinus Masneno untuk membantu warga korban seroja menjadi nyata dengan dibangunnya ratusan unit rumah layak hui bagi warga korban seroja.

Bencana alam berupa angin kencang itu meluluh lantakan ribuan rumah warga baik rusak berat, rusak ringan dan rusak sedang menjadi saksi bisu adanya peristiwa bencana itu.

Tercatat terdapat 11.036 orang warga di Kabupaten Kupang itu terdampak dari bencana badai siklon tropis seroja itu.

Kini peristiwa itu telah berlalu 1,6 tahun silam penderitaan warga sudah bisa terobati dengan adanya kemudahan berupa pembanguan rumah bagi para penyintas yang rumahnya rusak berat akibat terjangan badai seroja.

Para korbn seroja sudah bisa tersenyum sumringah setelah menempati hunian tetap (hantap) seperti dialami 124 kepala keluarga di Desa Saukibe Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang yang menjadi lokasi pembangunan rumah bagi korban seroja.

Kawasan yang sebelumnya sepi kini menjadi satu kawasan perumahan dengan desain moderen yang tertata rapi dan lengkap listrik, air dan dengan fasilitas umum termasuk rumah ibadah semuanya tersedia di kawasan Saukibe yang kini berubah wajah menjadi satu permukiman moderen.

Ketua Panitia lokal pembangunan 124 unit rumah Zedekia Mano saat pegresmian pembangunan 124 rumah itu Kamis (20/9) mengatakan bahwa perumahan yang dibangun pemerintah modelnya tidak pernah dibayangkan.

Dia mengatakan tidak ada sesuatu yang dapat diberikan warga Saukibe untuk pemerintah Kabupaten Kupang, Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah pusat atas pembangunan 124 unit rumah bagi korban badai Seroja.

“ Kami warga Saukibe tidak memiliki apa-apa hanyalah ucapan terimah kasih kepada pemerintah,” kata Manoh.

Semua yang terjadi, baik saat badai seroja maupun paskah badai seroja merupakan rencana Tuhan, walaupun dilanda badai seroja namun Tuhan mengangkat Saukibe ditempat yang paling tinggi.

“Buktinya telah dibangun 124 unit rumah yang dibangun lengkap dengan fasilitas umum seperti listrik, lampu jalan, gereja, sarana olahraga dan fasilitas lainnya,” ujar Manoh.

Lanjut Mano, bahwa paskah badai seroja, perumahan yang dibangun PT. Waskita Karya di Desa Saukibe tidak ada didaerah lain di Kabupatten Kupang.

“ Ini bangun Kota di Amfoang, kita 124 warga yang akan tempati perumahan, kasih nama Kota Seroja-Amfoang, selain kampung ini diberi nama Kota Seroja-Amfoang, gereja. Gereja juga diberi nama “Gereja Paskah Imanuel Poto”.

Baik nama tempat maupun gereja ini mengenang kejadian 4 April 2021. Yang mana, saat itu musibah seroja.

Selama ini, publik NTT, bahkan Indonesia mengenal Amfoang dengan sebutan daerah yang terisolir, terbelakang dan aneka sebutan negatif lainnya untuk daerah perbatasan NKRI.

“ Musim panas jika perjalanan dilakukan maka debu menjadi santapan di musim panas, musim hujan harus bertabrakan dengan lumpur, genangan air dan banjir,” kata Mano.

Pada kesempatan itu, Mano juga meminta agar pemerintah juga segera membangun fasilitas pendidikan maupun kesehatan di Kota Seroja Saukibe sehingga anak-anak juga dapat menimati pendidikan dengan jarak yang mampu dijangkau.

Bupati Kupang, Korinus Masneno pada kesempatan itu mengatakan paskah badai seroja tahun 2021 ini, ada 2 lokasi yang telah dilakukan pengresmian yaitu di Desa Bokong Kecamatan Tabenu dan Desa Saukibe Kecamatan Amfoang Barat Laut .

Untuk pembangunan rumah di Desa Bokong terdapat 40 unit rumah hunian tetap untuk korban seroja yang telah dibangun pemerintah.

Menurut Bupati Korinus Masneno ada 5 lokasi yang harus dilakukan relokasi namun saat ini baru dilakukan di dua lokasi yaitu di Desa Bokong di Kecamatan Taebenu dan Desa Saukibe di Kecamatan Amfoang Barat laut.

“Untuk tiga desa lainnya sudah diusulkan juga tapi belum dijawab, yaitu Desa Tunbaun Amarasi Barat, Desa Oesena Kecamatan Amarasi dan Desa Merbaun kecamatan Amarasi Barat,” ujar Masneno.

Lanjut, Masneno, badai seroja ini, ada 1 desa yang paling berat yaitu Desa Tunbaun di Kecamatan Amarasi Barat. Warga yang direlokasi hampir mencapai 2 ribu Kepala keluarga.

Tidak hanya membangun rumah hunian tetap menurut Bupati Korinus Masneno Pemerintah Kabupaten Kupang membangun gedung sekolah dekat lokasi perumahan korban badai siklon tropis seroja di Soukibe Kecamatan Amfoang Barat Laut guna memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak korban badai siklon tropis seroja.

“Pemerintah tentu segera bangun sekolah dekat lokasi pemukiman warga korban seroja sehingga anak-anak yang masih berusia sekolah tetap mengikuti pendidikan secara baik,” kata Bupati Kupang Korinus Masneno.

Korinus Masneno mengatakan hal itu terkait dukungan sarana pendidikan bagi anak-anak dari para korban badai siklon tropis seroja yang dipindahkan ke lokasi pemukiman baru setelah rumah-rumah warga itu hancur akibat terjangan siklon tropis seroja.

Menurut Bupati Korinus Masneno pembangunan sekolah dasar di Soukibe dalam rangka mendekatkan pelayanan akses pendidikan bagi anak-nak di Soukibe yang tinggal di lokasi permukiman baru.

“Kami segera menyediakan lembaga pendidikan SD untuk mendekatkan akses pendidikan anak-anak yang berada di Pemukiman. Kami mengupayakan menyediakan lembaga pendidikan apakah pendidikan anak usia dini atau SD agar mudah dijangkau anak-anak yang ingin sekolah,” kata Bupati Korinus Masneno.

Menurut Korinus Masneno pendidikan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kupang yang lebih baik.

“Lokasi permukiman baru yang ditempati 124 warga korban bencana seroja tentunya agak jauh dari lokasi pendidikan lain sehingga sebagai Pemerintah layaklah kita mengupayakan mendekatkan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah itu ” tegasnya.

Bupati Korinus Masnenu juga mengatakan fasilitas umum yang sudah ada seperti gereja, lapangan olahraga untuk mendukung berbagai aktifitas warga korban badai Seroja.

Sementara itu Omri Meliake Takaeb salah seorang warga Soukibe berharap pembangunan sekolah agar bisa segera terwujud untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak di daerah itu.

“Penyelesaian pembangunan rumah hingga upaya mendekatkan pendidikan dengan membangun sekolah yang dekat dengan lokasi rumah bantuan Seroja di Soukibe sehingga anak-anak bisa mengikuti kegiatan pendidikan dekat dengan permukiman warga,” kata Omri Maliake Takaeb.

Pemerintah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur menyerahkan 124 unit rumah tipe 36 yang telah dibangun pemerintah pusat untuk para korban bencana alam yang rumahnya rusak total akibat badai siklon tropis seroja di Desa Saukibe Kecamatan Amfoang Barat Laut.

“Pemerintah Kabupaten Kupang secara resmi telah menyerahkan secara simbolis rumah yang telah dibangun pemerintah pusat untuk para korban bencana alam badai siklon tropis seroja di Desa Saukibe,” kata Bupati Kupang, Korinus Masneno di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan rumah tipe hunian tetap yang dibangun pemerintah pusat itu untuk 124 kepala keluarga yang terdampak bencana alam badai siklon tropis seroja pada 4 April 2021 lalu.

Bupati Korinus Masneno menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR yang telah membantu percepatan pembangunan rumah bagi masyarakat korban badai seroja di Kabupaten Kupang.

“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena telah membantu kami menjamin bahwa semua tahapan pembangunan rumah rusak berat telah berjalan cepat, tepat dan aman,” kata Bupati Korinus Masneno.

Orang nomor satu di kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse Timor Leste itu juga menyampaikan terima kasih kepada semua masyarakat penerima manfaat yang tetap bersabar selama proses pembangunan rumah berlangsung.

Menurut dia Pemerintah Kabupaten Kupang baru merealisasikan bantuan khusus relokasi rumah yang terdampak bencana untuk dua lokasi yaitu Desa Bokong sebanyak 45 unit rumah dan Desa Saukibe 124 unit rumah.

Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan sesuai target yang ada, diharapkan lokasi lainnya yang memiliki rumah rusak berat akibat terjangan badai siklon tropis seroja akan mendapat kesempatan yang sama seperti dua desa terdahulu itu. (Mon)

Tinggalkan Balasan