Keluarga Manggarai Kupang Kutuk Pernyataan Yeskiel Loudoe

“Kota Kupang merupakan daerah yang dihuni seluruh etnis dan agama sehingga harus dirawat dengan terus menjaga toleransi antar umat beragama secara baik,” tegas Sukardan.

Kupang, Spiritntt,com – Ikatan Keluarga Besar Manggarai (IKMR) di Kupang mengutuk keras terhadap pernyataan kontraversi Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe yang melontarkan pernyataan membeda-bedakan suku, ras dan agama.

“Kami sangat menyayangkan adanya pernyataan Ketua DPRD Kota Kupang dari PDIP yang melukai perasaan warga Manggarai,” tegas Ketua IKMR Aloysius Sukardan kepada wartawan di Kupang, Senin (31/5).

Masyarakat Manggarai di Kupang kata dia memaafkan Yeskiel Loudoe namun tetap mendukung pihak Kepolisian memroses secara hukum terhadap yang bersangkutan atas pernyataan kontroversial yang melukai hati masyarakat Manggarai sehingga kasus serupa tidak terjadi di Kota Kupang yang sangat toleran ini.

“Kota Kupang merupakan daerah yang dihuni seluruh etnis dan agama sehingga harus dirawat dengan terus menjaga toleransi antar umat beragama secara baik,” tegas Sukardan yang turut didampingi pengurus IKMR Kupang, Domi Ancis.

Hal senada dikatakan Alosius Min bahwa pernyataan Yeskiel Loudoe sangat disayangkan karena dilontarkan seorang pejabat publik yang juga ketua Partai Politik nasionalis.

“Kami sangat sesalkan adanya pernyataan yang dilontarkan Yeskiel Loudoe yang juga seorang Ketua DPRD Kota Kupang, sebagai pablik figur harusnya menjadi contoh melalui kata-kata dan tindakan,” tegas Alo Min

Ia mengatakan, pernyataan Yeskiel Loudoe itu secara tidak langsung membelajarkan sesuatu yang salah kepada generasi muda daerah ini.

“Orang Manggarai tidak terpancing dengan pernyataan itu karena orang Manggarai memaafkan pernyataan itu, tetapi kita sangat menyesali hal itu diungkapkan seorang kader partai nasionalis,”tegasnya

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Lodoe menyampaikan permintaan maaf atas pernyataanya yang dianggap menyingung perasaan masyarakat Manggarai dan umat Katolik yang sempat viral di berbagai media sosial itu.

“Saya meminta maaf atas pernyataan saya yang menyingung perasaan umat Katolik dan masyarakat Manggarai,” kata Yeskiel Loudoe dalam keterangan pers di Kupang, Minggu (30/5) malam. (sel)

Tinggalkan Balasan