Jasa Pelayanan Tunggak Setahun, Nakes RSUD Komodo Gelar Demo

Nakes RSUD Komodo mendatangi Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (14/11). FOTO: Ambrosius Ardin/detikBali)
Nakes RSUD Komodo mendatangi Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (14/11). FOTO: Ambrosius Ardin/detikBali)

SPIRITNTT.COM, LABUAN BAJO ā€“ Tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan Bajo mempertanyakan jasa pelayanan Covid-19 senilai Rp 18 Miliar yang sudah setahun tetapi belum dibayarkan.

Padahal Kementerian Kesehatan RI sudah mencairkan dana sebesar Rp 32 Miliar  sejak bulan Desember 2021 lalu.

Guna mempertanyakan jasa pelayanan tersebut, puluhan nakes mendatangi Kantor Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo, Senin (14/11) untuk mempertanyakan masalah tersebut kepada Bupati Manggarai Barat, Edi Endi.

Para nakes tersebut datang menggunakan seragam putih dengan pita hitam di  lengan.

“Kami pakai pita hitam sebagai tanda keprihatinan kurangnya perhatian pemda kepada kesejahteraan nakes yang memberikan PAD besar dan insentif ratusan juta untuk pimpinan daerah dan RSUD Komodo, sekaligus aksi solidaritas kami para nakes,” jelas dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Komodo, dr Yosef William Angliwarman.

Menurut dr. Yosef, pihaknya datang  untuk mempertanyakan jasa pelayanan Covid-19 tahun 2020 sampai 2021.

ā€œSemoga hari ini ada jalan keluarnya bagaimana nasib jasa pelayanan tersebut,” tambahnya.  Seraya menambahkan, para nakes juga akan menemui DPRD Kabupaten Mangarai Barat.

Para nakes diterima Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng dan pertemuan tersebut berlangsung tertutup. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan