Indonesia-Timor Leste Bahas Oekusi Jadi Zona Perdagangan Bebas

Perdana Menteri Taur Matan Ruak memimpin rapat dengan delegasi Indonesia. FOTO:Humas Pemprov NTT
Perdana Menteri Taur Matan Ruak memimpin rapat dengan delegasi Indonesia. FOTO:Humas Pemprov NTT

SPIRITNTT.COM, DILI – Delegasi Pemerintah Republik Indonesia melakukan pertemuan dengan delegasi Republik Democratic Timor Leste (RDTL) untuk membahas rencana pembentukan Free Trade Zone di perbatasan Timor Leste dan Indonesia di Kawasan Oekusi-Ambeno
Menurut rilis yang diterima SPIRITNTT.COM, Minggu (16/10/2022) dari Humas Pemprov NTT, pertemuan tersebut berlangsung di Istana Negara Dili (Palacio Governor), Sabtu (15/10/2022).

Perdana Menteri Taur Matan Ruak memberi kenang-kenangan kepada pengusaha senior Indonesia, Tommy Winata. FOTO:Humas Pemprov NTT

Delegasi Indonesia diwakili Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lembaga Ketahanan Nasional RI), Andi Widjajanto selaku koordinator delegasi Indonesia, Dubes RI untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Pengusaha Senior Indonesia Tommy Winata.
Sementara delegasi Pemerintah RDTL diwakili Perdana Menteri Taur Matan Ruak didampingi Menteri Dewan Kepresidenan, Fidélis Manuel Leite Magalhães, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Joaquim Amaral, Menteri Pariwisata, Perdagangan dan Industri, José Lucas do Carmo Silva, Menteri Luar Negeri dan Kerjasama, Adaljiza Albertina Xavier Reis Magno, Presiden Otoritas Rejjaun Administratif Khusus Oekusi-Ambeno (RAEOA), Arsenio Paixão Bano, Kepala Kabinet Perdana Menteri; Azevedo Lourenço da Costa Marçal.
Dalam sambutannya, Andi Widjajanto selaku koordinator delegasi Indonesia menyampaikan bahwa delegasi RI merasa terhormat karena Yang Mulia Perdana Menteri Timor Leste Taur Matan Ruak, telah bersedia menerima delegasi RI terutama pada hari Sabtu.

Perdana Menteri Taur Matan Ruak memberi kenang-kenangan kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. FOTO:Humas Pemprov NTT

“Kami membawa pesan dari Presiden RI, Joko Widodo untuk mempercepat proses kerja sama di Perbatasan antara Pemerintah Timor Leste dan Indonesia, agar bisa mengarah pada pembentukan Ekonomi Industri Khusus yang mengarah pada perdagangan Bebas antara Indonesia dan Timor Leste,” ujar Andi.
Andi berharap, agar hal ini bisa segera terealisasi sehingga kedua negara bisa meningkatkan kerjasamanya untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bersama antara kedua negara di Pulau Timor”.

Pengusaha Indonesia dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat pertemuan. FOTO:Humas Pemprov NTT


Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan bilateral sebelumnya antara Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dan Presiden Republik Demokrasi Timor Leste, Dr José Ramos Harta di Jakarta, Indonesia.(spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan