SPIRITNTT.COM, KUPANG – Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Domu Warandoy mengiakan nama George Hadjoh bakal dilantikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjadi penjabat Wali Kota Kupang.
“Tunggu hari Senin. Yang kamu pikir siapa, Goorge Hadjoh. Itu sudah namanya,” ucap Sekda Domu, ketika di konfirmasi wartawan terkait penjabat yang dilantik, Jumat (19/8) malam.
Pelantikan penjabat Wali Kota Kupang ini setelah masa jabatan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Hermanus Man akan berakhir pada 22 Agustus 2022 ini.
Sebelum ada penegasan Sekda Domu tersebut, sempat beredar dua nama untuk menjadi penjabat Wali Kota Kupang tersebut.
Selain nama George Hadjoh yang juga Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT, tetapi juga beredar nama Max Sombu, Kepala Biro Hukum Setda NTT.
Sekda Domu menyebut, proses pelantikan akan dilakukan pada Senin (22/8) pagi.
Sembari memasuki ruangan Kelimutu DPRD NTT, Sekda Domu tidak menjawab lagi pertanyaan wartawan kecuali hanya mengiakan nama George Hadjoh dan tanggal pelantikan.
Pamit dan Minta Maaf
Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, mengunjungi Kantor Sinode GMIT guna bertemu dengan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery L. Y. Kolimon beserta jajaran Sinode GMIT, Kamis (18/8).
Kunjungan ini dalam rangka pamit dan mohon diri karena jabatan mereka sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan berakhir tepat pada Senin, 22 Agustus 2022. Turut mendampingi Ketua Sinode, Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th.
Mengawali kunjungannya Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Ketua Majelis Sinode GMIT beserta seluruh pendeta se-pelayanan Sinode GMIT atas dukungan selama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Kupang.

“Berkat doa Ibu dan para pendeta, kami mampu melewati masa kepemimpinan 5 tahun yang luar biasa, terutama karena ditengah pengabdian kami, badai pandemi Covid-19 hingga badai Siklon Seroja terjadi. Namun berkat dukungan dan kerja sama yang terjalin dengan baik, Kota Kupang tetap mampu bangkit dan berangsur pulih dari segi ekonomi, kesehatan maupun infrastruktur,” ujar Jefri.
Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, yang pada kesempatan tersebut mohon pamit dan menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal yang kurang berkenan selama 5 tahun memimpin Kota Kupang bersama Wali Kota Kupang.
Wakil Wali Kota juga menyampaikan terima kasih atas dukungan kemitraan Sinode GMIT dengan Pemerintah Kota Kupang, khususnya secara spiritual
“Saya sebagai manusia tidak luput dari kesalahan, kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu saya mohon dimaafkan agar semua yang tidak baik saya bawa dan yang baik bisa saya tinggalkan untuk kota,” tambah Wakil Wali Kota Kupang.
Ketua Majelis Sinode GMIT menyampaikan syukur atas kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota selama 5 tahun di Kota Kupang, yang oleh karena hikmat dari Tuhan mampu melewati goncangan dan tantangan besar Covid-19 dan badai siklon tropis Seroja.
Menurutnya, Sinode GMIT sesungguhnya memperhatikan antusiasme dan kesan masyarakat yang begitu baik terhadap program-program masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, khususnya pada program bedah rumah yang sangat memberikan perhatian berarti bagi rakyat kecil.
“Ketika Tuhan memberikan bapak berdua kesempatan memimpin kota ini, menurut hemat kami bapak berdua telah melaksanakannya dengan baik demi hormat dan kemuliaan Tuhan. Doa kami Tuhan terus memberi bapak berdua bersama keluarga kesehatan, serta dimanapun nanti berada, kita mampu menjadi pokok anggur yang baik. Kami percaya orang-orang yang diberkati luar biasa oleh Tuhan akan menjadi berkat juga bagi orang lain,” tutur Ketua Sinode GMIT.
Di akhir ungkapan isi hatinya, Ketua Majelis Sinode GMIT menyampaikan permohonan maaf apabila dalam masa kepemimpinannya, baik sengaja maupun tidak sengaja saling mengecewakan.(timspiritntt.com)




