Flu Babi Serang Flores, Puluhan Ekor Babi di Sikka Mati Misterius

SPIRITNTT.COM/HO-MI Peternak babi
SPIRITNTT.COM/HO-MI Peternak babi

SPIRITNTT.COM, SIKKA – Setelah  cukup lama tak kedengaran lagi, awal tahun 2024 ini Pulau Flores kembali dihebohkan dengan serangan virus flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Serangan virus ASF ini sangat meresahkan para peternak babi di Pulau Flores. Sebab hewan peliharaan tersebut akan mati secara misterius.

Serangan ASF ini pernah terjadi beberapa tahun lalu di Pulau Flores, setelah sebelumnya menyerang babi milik warga di Pulau Timor.

Kembali masuknya serangan virus ASF setelah ditemukan adanya 59 ekor babi yang mati secara mendadak di Kabupaten Sikka

Babi yang ditemukan mati mendadak tersebut ditemukan di Desa Tebuk 4 ekor, Desa Nita 53 ekor, Kelurahan Nangameting satu ekor, Kelurahan Kota Baru satu ekor. Jadi totalnya 59 ekor.

“Semua akibat ASF dalam sebulan terakhir ini,: ujar Kadis Pertanian Sikka, Yohanes Emil Satriawan saat dihubungi, Rabu (31/1/2024).

Menurutnya, berdasarkan hasil uji spesimen pada laboratorium veteriner Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka, puluhan babi yang mati mendadak itu positif terserang penyakit flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Menurut Yohanes, hingga saat ini belum ada vaksin untuk mencegah virus ASF. Meski begitu, dia mengimbau para peternak tidak perlu panik.

“Yang paling penting adalah tingkatkan biosecurity. Belum ada vaksinya, yang penting tingkatkan biosecurity dan ikuti arahan pemerintah,” ujar Yohanes.

Yohanes menuturkan, petugas lapangan telah lama memberikan imbauan dan sosialisasi kepada peternak dan masyarakat tentang bahaya dan upaya pencegahan ASF.

Hal  ini dilakukan karena dari pengalaman sebelumnya, banyak babi mati mendadak akibat terserang virus ASF. Kondisi itu membuat peternak merugi.

Hanya saja, lanjut Yohanes, peternak belum sadar betul pentingnya biosecurity. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan agar virus ASF tidak merebak ke wilayah lain.

Dia mengimbau ketika ada babi sakit segera melaporkan kepada petugas di tingkat desa, kecamatan, atau Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Merebak kembalinya ASF di Kabupaten Sikka menyebabkab para peternak babi di Kabupaten Flores Timur gusar. Sebab para peternak di Flotim pernah merasakan hancurnya usaha ternak babi mereka yang menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Boro Yakobus, peternak babi di Desa Nobo, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara mengaku gusar karena dulu ratusan ekort ternaknya mati terserang virus tersebut.

“Kita punya ternak di Flores Timur habis, terancam sekali dengan virus ini,” kata Boro kepada wartawan, Kamis (1/2/2024).

Saat ini Boro sedang melakukan biosecurity sebagai upaya mencegah agar virus ASF tersebut tidak masuk dan menyerang ternaknya yang saat ini masih sehat. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan