Fahri Hamzah Sindir AHY ‘Ngomong Sendiri’ Hingga Pemimpin Cemen, Begini Reaksi Demokrat

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. FOTO: Istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. FOTO: Istimewa

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono  (AHY) mendapat sindiran keras dari Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora.

Sindiran Fahri bermula dari video yang diunggah Partai Demokrat. Dalam video tersebut terlihat AHY menyoroti utang negara yang menumpuk diikuti cadangan devisa yang semakin menipis.

Tak lupa juga, AHY menyinggung tentang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masal yang terjadi di Indonesia saat ini.

Rupanya Fahri Hamzah juga menonton video tersebut. Sebab, pada Jumat (20/1/2023) Fahri muncul dengan cuitan di akun media sosialnya yang dinilai sebagai sindiran.

https://spiritntt.com/nasdem-buka-suara-pendamping-anies-sebut-khofifah-lebih-berpengalaman-dibandingkan-ahy/

Menurut Fahri, Ketua Umum Partai Demokrat AHY seolah ‘ngomong sendiri’ soal utang negara hingga gelombang PHK.

“Kenapa stasiun TV nggak memfasilitasi debat. Kan kasihan Mas AHY ngomong sendiri,” tulis Fahri Hamzah.

Bahkan Fahri menulis agar stasiun TV membuat debat besar pada semua ketum parpol tentang reformasi hukum nasional.

“18 Ketum parpol maju ke gelanggang debat, tapi jangan membahas kasus saja,” pinta Fahri.

Tak tinggal diam dengan sindiran Fahri tersebut, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani semprot Fahri.

Menurut Kamhar,  Fahri Hamzah tak paham konteks dengan video AHY. Cuitan Fahri dinilai tak pas sehingga bisa dianggap nyinyiran belaka.

“Bung Fahri Hamzah memberi komentar dan tanggapan atas cuplikan video Mas Ketum AHY yang nampak jelas tak dipahami konteksnya, sehingga tanggapannya menjadi tidak pas dan bisa dipersepsikan negatif oleh sebagian pihak yang dianggap nyinyir,” ujar Kamhar.

Konteks video tersebut, jelas Kamhar, adalah pernyataan pers dari Ketum AHY sebagai tindak lanjut hasil rapat pleno DPP Partai Demokrat sebagai refleksi.

Refleksi tersebut merupakan rangkuman  pandangan dan sikap politik Partai Demokrat terhadap berbagai isu penting di bidang ekonomi, politik dan hukum serta proyeksi memasuki tahun politik.

Pada kesempatan AHY juga membuka sesi tanya jawab dengan wartawan untuk penajaman dan pendalaman, termasuk merespons pertanyaan wartawan terhadap isu yang tak ada dalam materi presentasi.

“Ini pernyataan sikap yang terang benderang, mulai dari isu yang diangkat, narasinya, audiens yang menjadi sasaran baik itu penguasa, masyarakat politik, masyarakat sipil, aktivis, maupun kader dan simpatisan Partai Demokrat. Jadi seperti itu konteksnya,” ujarnya.

Demokrat memahami aspirasi yang disampaikan Fahri Hamzah. Demokrat akan menyambut baik dan berpartisipasi aktif jika forum-forum dialogis yang didorong Fahri terwujud untuk penajaman dan pendalaman ide, konsep, dan program yang disajikan tiap partai politik atau politisi sekaligus sebagai pendidikan politik dan usaha untuk meningkatkan kualitas demokrasi

.https://spiritntt.com/nasdem-ingatkan-demokrat-jika-paksakan-ahy-jadi-cawapres-anies-koalisi-pasti-bubar/

“Namun kami tegaskan bahwa video yang dikomentari Bung Fahri dengan gagasan ini beda konteks, jadi tak pas dan tak relevan,” imbuhnya.

Pemimpin Cemen

Tak hanya itu, dalam akun Twitter resmi Demokrat juga memberi tanggapan. Akun tersebut meminta Fahri sabar.

Untuk diketahui, dalam cuitannya Fahri menyambar cuitan video berisi pidato AHY yang diunggah akun resmi Partai Demokrat.

“Makasih bang Fahri atas perhatiannya. Sabar ya bang, kita sama-sama tunggu tanggal mainnya!!!,” cuit admin akun Twitter resmi PD.

Fahri kemudian memberi klarifikasi terkait cuitannya soal AHY ‘ngomong sendiri’. Fahri mengatakan dirinya bermaksud baik terkait komentar yang dia lontarkan.

“Lah kan maksud saya baik. Ketua umum partai itu tugasnya memang ikut kontestasi pemikiran dan program,” kata Fahri kepada wartawan, Jumat (20/1/2023).

https://spiritntt.com/waspada-pemerintah-ingatkan-sudah-31-provinsi-laporkan-wabah-campak/

Fahri lalu menyinggung KPU RI yang tak membuat panggung kontestasi tersebut. Dia menyayangkan hal itu. Terlebih, lanjut Fahri, gagasan yang baik perlu diuji.

“Tapi kalau panggungnya nggak dibikin KPU akhirnya ngomong sendiri. Kan sayang sekali. Gagasan baik itu kan harus diuji supaya semakin matang,” lanjut dia.

Mantan Wakil Ketua DPR ini meminta para kader partai agar tak terlalu over protektif kepada pemimpinnya. Hal ini, menurut dia, agar pemimpin nasional ke depannya tak diisi oleh orang cemen.

“Teman-teman jangan terlalu over protektif kepada pemimpinnya sebab itu nanti membuat pemimpin jadi tidak matang. Biarkan pemimpin kira itu bertarung sebagai jawara-jawara, jagoan yang akan memimpin republik, supaya republik dipimpin oleh orang hebat, bukan orang cemen,” kata Fahri. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan