Waspada, Pemerintah Ingatkan Sudah 31 Provinsi Laporkan Wabah Campak

Campak: FOTO: IST
Campak: FOTO: IST

SPIRITNTT, JAKARTA-Pemerintah meminta kewaspadaan masyarakat Indonesia, karena saat ini sudah terdeteksi adanya wabah campak yang menyerang hampir seluruh Indonesia.

Menurut hasil pemantauan Kementerian Kesehatan (kemenkes) RI, ternyata Campak tidak hanya menyerang anak-anak balita tetapi menyerang semua warga dengan berbagai usia.

Kembali mewabahnya Campak ini diduga karena selama dua tahun ketika Indonesia dilanda pandemi  Covid-19 pelaksanaan imunisasi dan vaksinasi Campak terhenti

Hingga saat ini Kemenkes RI, hingga akhir Desember 2022 lalu tercatat campak sudah menyebar di 31 provinsi dan 233 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Sudah ada 3.341 kasus di tahun 2022 dilaporkan dari 223 kabupaten dan kota, dari 31 provinsi,” ujar Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, Rabu (18/1/2023).

dr Siti Nadia Tarmizi. FOTO:Istimewa

Menurut Nadia,  kebanyakan dari mereka yang terifeksi campak ini mengalami gejala ruam dan demam.

Untuk menekan laju infeksi campak ini, lanjut Nadia, pemerintah mengejar ketertinggalan vaksinasi dan imuninasi. Kemenkes RI telah melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

“Untuk vaksinasi, sudah ada kemarin BIAN yang merupakan (program) kejar imunisasi. (Kalau untuk) daerah, (imunisasi) kejar campak segera,” ujar Nadia.

Gejala Campak

Untuk mengetahui apakah kita terinfeksi campak atau tidak, maka perlu diketahui gejalanya. Ternyata, gejala campak bukan hanya sekadar ruam kecil, tetapi bisa berujung serius terutama untuk anak dan bayi.

Pada tujuh hingga 14 hari awal infeksi, umumnya gejala yang dikeluhkan adalah demam tinggi (bisa menyentuh 104 derajat Celcius), batuk, pilek, mata merah dan berair (konjungtivitis).

Dua sampai tiga hari pasca gejala muncul, biasanya muncul bintik putih kecil di mulut. Benjolan kecil juga dapat muncul di atas bintik merah yang rata. Bintik-bintik itu bisa menyatu saat menyebar dari kepala ke seluruh tubuh.

Komplikasi umum yang juga terjadi pasca infeksi campak, seperti infeksi telinga, diare, bahkan di beberapa kasus parah bisa berujung pneumonia (infeksi paru) dan ensefalitis (pembengkakan otak).

Pada kasus tersebut, pasien perlu dirawat di rumah sakit, jika tidak kemungkinan risiko kematian akan semakin tinggi. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan