“Apalagi para siswa di SAKB selalu menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi mulai dilakukan dari TK hingga SD sehingga pendidikan kita menjadi lebih maju dan berkembang,” kata Maria Binawati, guru asal Kabupaten Sumba Barat.
Kupang, SpiritNTT.Com- Sebanyak enam orang guru asal Kabupaten Sumba Barat mengikuti kegiatan magang tentang penguatan pendidikan karakter siswa di lembaga pendidikan Sekolah Abdi Kasih Bangsa (SAKB) Kota Kupang.
Para guru itu mengikuti magang atas dukungan lembaga INOVASi Untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) melalui program Penguatan Karakter bagi siswa di Kabupaten Sumba Barat.
Vice Head of School SAKB Kota Kupang, Ietje Inabuy kepada wartawan di Kupang, Kamis (4/11) mengatakan keenam guru asal Kabupaten Sumba Barat itu mengikuti kegiatan magang mulai 1-5 November 2021.
Ia mengatakan sebelum magang, para guru telah mengikuti pelatihan di Kabupaten Sumba Barat dilakukan SAKB terkait metode pembelajaran yang selama ini diterapkan dan dikembangkan dalam lingkungan pendidikan SAKB untuk pengembangan pendidikan karakter para siswa.
“Pada saat magang hari pertama, para guru magang kelihatan lelah dan lesu, karena biasanya di tempat mereka mengajar pulang jam satu siang, sementara di SAKB Kupang pulangnya sore meskipun siswa pulangnya jam 12 siang,” katanya.
Para guru kata Ietje Inabuy secara perlahan mulai beradaptasi dengan situasi lingkungan pendidikan SAKB yang lebih banyak menekankan pendidikan karakter sebagai hal utama dalam proses pembelajaran.
“Dalam hal mendidik anak, para guru sadar kalau semuanya dimulai dari guru serta tidak boleh menyalahkan anak-anak apabila ada hal yang belum bisa dilakukan atau belum diketahui. Kunci pendidikan karakter di sekolah ada pada guru sedang di rumah pada orang tua,” kata Ietje Inabuy yang juga sukses dalam pengembangan pendidikan karakter di salah satu lembaga pendidikan internasional di Jakarta itu.
Dia menjelaskan dalam proses pendidikan di sekolah, peranan guru sebetulnya sebagai fasilitator dan bukan instruktur semata.
Guru kata dia harus mengedepankan pendekatan pembelajaran dengan melibatkan siswa dalam membuat kesepakatan sehingga mampu melahirkan anak-anak yang kuat, terampil dan tangguh dalam kepribadian, kreatif, dan kritis.
“Kunci dalam pendidikan karakter ada pada pendidik. Kami berharap para guru dari Sumba Barat bisa menjadi agen perubahan yang bisa mengubah cara pandang dan metode pembelajaran, agar bisa menghasilkan ‘out put’ (keluaran) berkualitas di Sumba Barat,” kata Ietje Inabuy didampingi Wakil Kepala SAKB Kota Kupang Vero Reimana.
Menurut dia penerapan pendidikan berkarakter yang dilakukan SAKB Kota Kupang mulai 2017 mampu membentuk tanggung jawab anak dalam berbagai hal, baik dalam pendidikan di sekolah maupun di rumah.
“Program pengembangan pendidikan berkarakter ini memiliki dampak yang positif terhadap perubahan perilaku anak didik yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu Guru SDM Waikabubak I Kabupaten Sumba Barat, Maria Binawati, mengaku selama magang mendapatkan banyak kebiasaan baik dalam membangun komunikasi dengan murid.
“Kebiasaan yang dilakukan di SAKB guru-guru yang langsung menyambut siswa dengan mengucapkan selamat pagi kepada siswa, ternyata hal itu membuat siswa menjadi semangat untuk belajar dan siswa dan guru menjadi dekat seperti orang tua dan anak,” tegasnya.
Kebiasaan baik yang diperoleh selama magang menjadi modal untuk diterapkan dalam pendidikan karakter anak di SDM Waikabubak I.
“Apalagi para siswa di SAKB selalu menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi mulai dilakukan dari TK hingga SD sehingga pendidikan kita menjadi lebih maju dan berkembang,” kata dia.
Ia mengapresiasi upaya INOVASI memberikan ruang kepada para guru dari Kabupaten Sumba Barat magang penguatan pendidikan karakter di SAKB Kota Kupang.
Selain itu Guru SD Masehi Hupumada, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Mariana Rada Kadunga mengaku termotivasi dengan proses pembelajaran di SAKB Kota Kupang.
Dengan metode pembelajaran itu, siswa terlihat percaya diri, antusias, dan saling menghargai antarsesama siswa. Hal itu menjadi sesuatu yang baru dalam proses pendidikan karakter siswa.
“Begitu juga komunikasi antara guru dan murid, sangat dekat bahkan seperti teman bermain. Siswa juga aktif,” kata dia.
Dia mengaku akan berjuang menerapkan hal baru yang diperoleh dari SAKB Kupang, sebagai bekal menjalankan proses pendidikan karakter siswa sekolahnya di Pulau Sumba.

Bagi Mariana Rada Kadunga menerapkan hal baru untuk siswa di daerah itu bukanlah hal yang mudah namun setelah proses pembelajaran yang didukung metode belajar secara memadai, tentu membuahkan hasil.
“Proses pembelajaran yang dilakukan ini sangat positif sehingga tentu akan diaplikasikan di sekolah saat kami pulang ke Sumba,” ujarnya.
Bagi INOVASI, penguatan pendidikan karakter dalam lingkungan pendidikan penting sebagai modal pembangunan sumber daya manusia (SDM) NTT di masa depan.
Koordinator Program dan Kemitraan INOVASI NTT Kania Dewi mengatakan program pengembangan pendidikan berkarakter dilakukan di sejumlah lembaga pendidikan, sebagai upaya mempersiapkan sumber daya generasi NTT menjadi lebih unggul, yang difokuskan pada sejumlah lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur, Pulau Sumba.
Ada enam sekolah sebagai mitra pengembangan pendidikan berkarakter, yaitu tiga di Tanah Righu sekitar 34 kilometer utara Waikabubak, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat dan tiga lainnya di kawasan perkotaan Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur yang telah memiliki akses lebih memadai.
Program pada fase kedua di Pulau Sumba, selain literasi dan numerasi, juga program pendidikan berkarakter yang berlangsung selama 11 bulan, mulai Maret 2021.
“Program ini dilakukan sesuai dengan arah kebijakan nasional pada sektor pendidikan yang menekankan pendidikan karakter, sehingga sebagai mitra pemerintah tentu mendukung penuh terhadap program pendidikan berkarakter,” kata dia.
Demi menyukseskan program pengembangan pendidikan karakter siswa di Pulau Sumba, INOVASI menggandeng lembaga pendidikan SAKB di NTT sebagai mitra, karena telah memiliki pengalaman dan berhasil dalam program pengembangan pendidikan berkarakter di provinsi berbasis kepulauan ini. (Selvi)




