Dinarasikan Penculikan Anak, Kaki dan Tangan Bocah 2 Tahun 9 Bulan Diikat ke Belakang

Seorang balita tergeletak di lantai dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali. FOTO : Tangkapan layar video
Seorang balita tergeletak di lantai dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali. FOTO : Tangkapan layar video

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Sebuah video viral di media sosial pada Senin (30/1/2023) dengan narasi penculikan anak.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 51 detik itu terlihat sekelompok orang masuk ke sebuah rumah didampingi aparat desa setempat.

Orang-orang tersebut selanjutnya menggeser sebuah speaker yang digunakan menutup pintu kamar bertirai hijau.

Setelah dibuka didapati seorang bocah tergeletak di lantai dengan kaki dan tangan diikat tali. Wajah anak itu pucat. Warga pun beramai-ramai masuk ke dalam kamar tersebut.

Ada suara lelaki yang menangis dan meminta untuk segera mengangkat bocah yang mengenakan jacket berwarna kuning dan celana hijau.  Warga pun membuka tali di tangan dan kaki anak tersebut.

Ada narasi penculikan anak dalam video tersebut.

Belakangan peristiwa tersebut diketahui terjadi Desa Tunoa, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT.

Setelah video tersebut viral, aparat Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS) bergerak cepat mendatangi dan mengamankan lokasi tersebut.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Ariasandy mengatakan, Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi.

Menurutnya,  anak bawah lima tahun (Balita) berinisial YN (2) ditemukan warga sendirian di dalam rumah tantenya dengan posisi kaki dan tangan terikat tali, sedang tidur di lantai tanah.

“Anak ini (YN) selama ini tinggal bersama mama besarnya (Tante) OAT, karena ibu kandungnya merantau di Kalimantan,” kata Kombes Ariasandy, Senin (30/1/2023).

Ariasandy menyebutkan, kejadian itu pada Jumat, 20 Januari 2023, sekitar pukul 13.14 Wita.

Saat itu pelaku OAT pergi ke kebun.  Sebelum ke kebun, pelaku mengikat kedua tangan dan kaki YN, kemudian menguncinya dari luar. OAT lalu meninggalkan N sendirian dia rumah.

“Anak ini masih kecil umur 2 tahun. Kalau buang air sering bermain kotorannya sendiri makanya tantenya ikat,” ungkap Ariasandy.

Tetangga yang mendengar YN menangis, kemudian melapor ke aparat desa setempat. Mereka lalu membongkar rumah itu dan menyelamatkan YN.

Saat ini, YN telah dibawa ke rumah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten TTS. “Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi,” ujar dia.

Kepala Desa Tunua Maher Tanu, membenarkan kejadian itu. “Itu kejadiannya pada 20 Januari 2023 lalu,” kata Maher, Senin (30/1/2023) seperti dikutip Pos Kupang.com.

Balita tersebut, lanjut Maher, berinisial YN berusia dua tahun dan selama ini tinggal dengan ibu angkatnya berinisial OA. Sedangkan ibu kandung YN yang berinisial ET saat ini sedang merantau di Pulau Kalimantan.

“Anak ini diikat dan ibunya sedang berada di kebun. Saat itu tidak ada orang di rumah,” ungkap Maher.

Setelah ditemukan warga, YN lalu dibawa ke rumah salah satu pejabat setempat. “Anak ini sekarang ada di rumah Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten TTS,” kata dia. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan