Dekranasda NTT Gelar Pameran 1.000 Tanaman Bonsai

“Kami sudah singkirkan semua bunga-bunga palsu yang selama ini menghiasi meja-meja di Dekranasda lalu digantikan dengan tanaman Bonsai,” kata Julie Sutrisno Laiskodat.

Kupang, SpiritNTT.Com – Dewan Kerajinan dan Kesenian Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengelar pameran 1.000 Bonsai dalam rangkan Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021.

Ketua Dewan Kerajinan dan Kesenian Daerah (Dekranasda) NTT, Julie Sutrisno Laiskodat membuka secara resmi Kegiatan Pameran Bonsai yang mengusung tema ” NTT Dalam Pesona 1000 Bonsai” yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis (28/10/2021).

Pada kesempatan itu Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan insiatif untuk mengembangkan tanaman Bonsai semula dirinya tidak mengetahui bahwa tanaman Bonsai mudah tumbuh di NTT.

“Semula saya berpikir tanaman Bonsai ini hanya tumbuh di daerah Jepang, ternyata NTT juga melimpah dengan tanaman Bonsai yang indah dipandang mata,” kata Julie Sutrisno Laiskodat.

Politisi Partai Nasdem ini menegaskan, setelah mendapatkan banyak bunga Bonsai sehingga saat ini seluruh meja kerja di Dekranasda NTT sudah dipajang tanaman Bonsai.

“Kami sudah singkirkan semua bunga-bunga palsu yang selama ini menghiasi meja-meja di Dekranasda lalu digantikan dengan tanaman Bonsai,” kata Julie Sutrisno Laiskodat dihadapan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr.Ir. Bambang Supriyanto.

Dia mengatakan, melalui kerja keras dilakukan Dekranasda sehingga pada 2020 Dekranasda NTT mendapat sertifikat ISO 9001 setelah salah satu syarat terpenuhi yaitu pada semua meja kerja di Dekranasda NTT harus ada bunga Bonsai.

Sementara itu Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr.Ir. Bambang Supriyanto menyatakan kagum terhadap gagasan Ny. Julie Sutrino Laiskodat yang mendorong masyarakat NTT mengembangkan budidaya tanaman Bonsai.

“Apa yang dilakukan Bunda Julie yang gencar melestarikan Bonsai merupakan bagian dari upaya pelestarian terhadap budaya NTT,” kata Bambang.

Ketua Dewan Kerajinan dan Kesenian Daerah (Dekranasda) NTT, Julie Sutrisno Laiskodat (ketiga dari kiri) saat memberikan penjelasan tentang tanaman Bonsai kepada Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr.Ir. Bambang Supriyanto (kedua dari kiri).

Bambang menjelaskan, mengembangkan tanaman Bonsai maka berdampak pada pendapatan ekonomi dan lapangan pekerjan dan.

“Masyarakat bisa mendapat penghasilan ekonomi baru melalui usaha pengembangan tanaman Bonsai yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi,” ujar Bambang.

Sementara itu Ketua Komunitas Bonsai Kota Kupang, Kristoforus Puan Wawin, menyampaikan apresiasi terhadap Dekranasda NTT karena mengandeng komunitas bonsai sebagai partner untuk mengelar pameran Pesona 1000 Bonsai pada 2021.

“Dalam pameran ini kami menyediakan 1000 bonsai yang terdiri dari pohon bonsai, bibit dan bahan bonsai lainnya.Tema dalam kegiatan ini merupakan hasil dari ide cemerlang ibu Julie Sutrisno Laiskodat,” Kristoforus Puan Wawin.

Pameran 1000 Bonsai berlangsung 28-30 Oktober 2021 itu diselengarakan Komunitas Bonsai Kupang (Koboi Kupang) yang beranggota lebih dari 50 orang yang telah berinisiatif mengembangkan tanaman Bonsai di Kota Kupang. (selvi)

.

Tinggalkan Balasan