BPBD NTT Ingatkan Potensi Angin Kencang Melanda NTT Akibat Gelombang Rossby

Ilustrasi hujan disertai angin kencang
Ilustrasi hujan disertai angin kencang

SPIRITNTT.COM, KUPANG-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT)Ambrosius Kodo, S.Sos mengingatkan potensi bencana alam selama 7 sampai 10 hari ke depan untuk seluruh wilayah NTT yang merupakan dampak dari Gelombang Rossby.

Dalam surat tertanggal 29 Juni 2022 yang dikirim kepada seluruh Kepala BPBD semua kabupaten di NTT tersebut, Ambrosius Kodo mengingatkan agar mengerahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi mandiri bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi selama satu jam akibat Gelombang Rossby.

Ambrosius Kodo juga mengingatkan bila durasi hujan lebih dari satu jam dan pandangan hanya sejauh 30 meter  akibat dampak Gelombang Rossby tersebut maka jajaran BPBD kabupaten/kota untuk meminta warga segera melakukan evakuasi mendiri ke daerah yang terbilang aman. Terutama warga yang tinggal di lereng-lereng, bantaran sungai dan dataran rendah

“Menetapkan titik evakuasi serta memastikan jalur evakuasi diketahui dan dapat dilalui masyarakat menuju titik evakuasi,” jelas Ambrosius Kodo dalam suratnya dengan nomor BPBD.360/99/VI/2022.

Menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hari ini tanggal 30 Juni 2022, warga di NTT perlu mewaspadai potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang walaupun dalam durasi singkat.

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang tersebut dapat terjadi di Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Temgah Selatan (TTS), dan Kabupaten Kupang.

BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di wilayah Pulau Flores, Pulau Timor, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Sumba.

Sebelumnya SPIRITNTT.COM memberitakan, Gelombang Rossby Ekuator diprediksi melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam satu pekan ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi, mengimbau warga agar mewaspadai dampak Gelombang Rossby Ekuator tersebut.

“Akan berlangsung satu hingga tujuh hari ke depan,” ujar Agung, kepada Kompas.com, Senin (27/6/2022).

Agung menyebut, Ekuatorial Rossby merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat dan terletak di sepanjang ekuator. Umumnya, kata dia, fenomena itu akan berlangsung selama tujuh hingga 10 hari.

 “Gelombang Rossby Ekuator yang melewati wilayah NTT, menyebabkan terjadinya peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT,” kata Agung.

 Dia mengatakan, Gelombang Rossby Ekuator meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah NTT sehingga memicu terjadinya hujan sedang hingga lebat. Agung mengimbau warga di daerah-daerah tersebut agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga deras, serta bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, maupun sambaran petir. Masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan atau terjal. (timspiritntt.com)

Tinggalkan Balasan