Beri Kontribusi di Dunia Pendidikan, Santri Ganjar Gotong Royong Bareng Warga Bantu Bangun Madrasah di Kabupaten Lembata

SDG Bantu Bangun MTs An Nur di Lembata, Wali Murid: Lembaga Pendidikan Kini Berdiri di Tengah-Tengah Kami
SDG Bantu Bangun MTs An Nur di Lembata, Wali Murid: Lembaga Pendidikan Kini Berdiri di Tengah-Tengah Kami

SPIRITNTT.COM, LEMBATA- Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) turut berkontribusi memajukan dunia pendidikan Indonesia dengan membangun fasilitas sekolah di beberapa wilayah.

Kali ini, SDG Nusa Tenggara Timur (NTT) bergotong royong bersama puluhan warga Desa Wowong membangun Madrasah Tsanawiyah (MTs) An Nur di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, pada Minggu (15/10).

Koordinator Wilayah (Korwil) SDG NTT Syayfullah Husain Demak menyatakan pihaknya termotivasi membangun dunia pendidikan yang sangat penting untuk generasi muda demi meneruskan kemajuan Indonesia, khususnya NTT. Dengan begitu, generasi muda NTT diharapkan nanti bisa bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Kami termotivasi bahwa pendidikan sangat penting buat generasi muda untuk meneruskan kemajuan bangsa ini, khususnya Provinsi NTT,” ungkapnya di sela-sela pembangunan madrasah itu.

Karena itu, loyalis Ganjar Pranowo tersebut sengaja hadir di Desa Wowong untuk membantu membangun fasilitas pendidikan Madrasah An Nur. Sebab, masyarakat di sini kesulitan mendapatkan akses pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Kami berpikir bahwa ini sangat penting, apalagi pembangunan sekolah. Sehingga kami sengaja datang untuk membantu desa ini,” ungkapnya.

Menurut Syayfullah, pendidikan di desa tersebut kurang memadai. Dia menyatakan hanya ada sekolah dasar (SD) di sana. Jadi, siswa SMP-SMA harus bersekolah di desa tetangga. Mereka harus menempuh jarak sekitar puluhan kilometer.

“Fasilitas pendidikan bagi masyarakat Desa wowong masih kurang memadai. Fasilitas sekolah hanya sampai SD. Untuk SMP-SMA, mereka harus menempuh jarak lumayan jauh,” tuturnya.

Pihaknya bersama warga setempat membangun lantai di tiga kelas madrasah yang awalnya dibangun secara swadaya. Ada sekitar 50 warga yang bergotong royong bersama SDG.

“Ada tiga ruang kelas yang kami bangunkan lantai. Sekolah ini baru dibangun atas swadaya masyarakat. Ada sekitar 50-60 warga yang ikut gotong royong,” ungkapnya.

Dalam gerakan ini, SDG terinspirasi oleh sosok Ganjar Pranowo yang sukses membangun fasilitas pendidikan di Jawa Tengah dengan membuat boarding school bagi masyarakat kurang mampu.

“Tentunya sosok Pak ganjar yang punya tekad untuk membangun negeri ini dengan pendidikan dan fasilitas sekolah,” katanya.

SDG turut memberikan bantuan berupa semen, batu, krikil, dan pasir untuk mendukung pembangunan madrasah tersebut.

Tinggalkan Balasan