Ayodhia Batalkan Kebijakan Viktor Laiskodat Terkait Masuk Sekolah Jam 5 Pagi

SPIRITNTT.COM/HO-HUMAS PEMPROV NTT BATAL -Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC mengumumkan pembatalan kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi dalam dalam Rapat Paripurna ke-3 DPRD NTT, Kamis (21/9/2023)
SPIRITNTT.COM/HO-HUMAS PEMPROV NTT BATAL -Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC mengumumkan pembatalan kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi dalam dalam Rapat Paripurna ke-3 DPRD NTT, Kamis (21/9/2023)

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC membatalkan kebijakan siswa SMA/SMK Negeri di Kota Kupang masuk sekolah jam 05.30 Wita yang dibuat mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Ayodhia mengumumkan pembatalan kebijakan tersebut dalam dalam Rapat Paripurna ke-3 DPRD NTT untuk menyampaikan tanggapan atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Prov. NTT, Kamis (21/9/2023)

Menurutnya, penerapan kebijakan masuk sekolah jam 5.30 pagi yang berlaku pada sekolah – sekolah SMA di Kota Kupang dikembalikan seperti semula.

“Pemerintah telah mengambil langkah bahwa pada tanggal 21 September 2023 jam masuk sekolah dikembalikan ke jadwal masuk semula yaitu 07.00 Wita” ujar Ayodhia.

Seperti diketahui, sejak 27 Februari 2023 yang dilakukan ujicoba di SMA 6 Kota Kupang. Bahkan ketika itu direncanakan akan dilaksanakan di SMA/SMK Negeri di Kota Kupang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi beberapa waktu lalu menjelaskan, ada 10 SMA dan SMK negeri di kota Kupang yang menjadi contoh penerapan masuk sekolah jam 5 pagi. Mereka adalah SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 6, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, dan SMKN 5.

Ide masuk sekolah jam 5 pagi pertama kali dicetuskan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Ide ini mendapat penolakan dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah organisasi guru.

Namun, Viktor berkeras bahwa perlu ada “desain khusus” untuk membuat siswa di NTT menjadi lebih kompetitif.

“Karena itu saya tak akan mundur. Saya menyatakan ini penting,” kata Viktor dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, Selasa (28/02/2023).

Menanggapi berbagai kritik, Viktor mengatakan semua perubahan pasti menimbulkan pro dan kontra. Termasuk keputusannya. Karena itu ia meminta jajarannya melakukan analisis dan kajian tentang kebijakan ini.

“Kajian itu sedang dilakukan. Dan kita punya kekurangan, siapa yang mau kaji? Maka pelajaran paling baik bagi kita dalam hidup kita, try it and fix it. Di manapun kita berada, bergereja, berpemerintahan itu sama. Try it and fix it,” ujarnya.

Viktor menjelaskan kebijakan ini diterapkan karena tidak banyak siswa SMA Negeri di NTT yang tembus universitas-universitas top Indonesia seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada

Ia juga percaya masuk lebih pagi dapat melatih kedisiplinan supaya siswa mampu mengikuti tes masuk sekolah kedinasan seperti Akademi Militer (Akmil) maupun Akademi Kepolisian (Akpol).

Kerasnya penolakan terhadap kebijakan tersebut sehingga beberapa waktu kemudian penerapan jam masuk sekolah pukul 05.00 Wita itu berubah ke pukul 05.30 Wita.

Pantauan Pos, Jumat (22/9/2023), sejumlah sekolah yang menerapkan ujicoba masuk sekolah jam 05.30 Wita sudah kembali masuk jam 07.00 Wita.

Sejumlah anak-anak merasa senang dengan adanya pembatalan masuk sekolah jam 05.30 pagi itu. Sebab, selama ujicoba memang tidak semua siswa yang masuk tepat waktu.

“Masih banyak siswa yang terlambat masuk tepat pukul 05.30. Selama ini kami rasakan seperti itu. Walaupun dalam perjalanan sekarang sudah semakin baik. Tapi masih cukup berat. Guru-guru saja masih ada yang terlambat,” ujar seorang siswa SMAN 6 yang enggan menyebut namanya. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan