“Pengungkapan kasus tersebut karena kecepatan anggota dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan HP dan pelacakan oleh tim siber pada grup facebook korban dan tersangka serta penemuan data-data di jejak digital tersangka. Ini merupakan metode scientific investigation (Investigasi ilmiah),” kata Kapolda.
Kupang, SpiritNTT.Com – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Lotharia Latif mengatakan Yustinus Tanaem (YT) pelaku pembunuhan terhadap Yuliani Apriani Welkis (YAP) asal Takari, Kabupaten Kupang harus dihukum berat karena prilakunya sudah seperti predator pembunuh wanita.
“Saya sudah perintahkan untuk proses dengan penerapan pasal yang berlapis dan ancaman hukuman yang paling tinggi karena perilaku tersangka sudah seperti predator pembunuh wanita dan sangat membahayakan untuk lingkungan masyarakat,” kata Kapolda Latif kepada wartawan di Kupang, Senin, (31/5).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan kasus pembunuhan serta pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial Yustinus Tanaem (41) yang sebelumnya sudah terancam hukuman pidana mati atau seumur hidup.
Menurut jenderal berbintang dua itu tersangka tidak mempunyai rasa kemanusiaan karena apabila menolak atau melawan ketika diajak berhubungan intim ia langsung membunuh.
Ia mengapresiasi personelnya baik personel Polda NTT yang dengan cepat menangani kasus tersebut setelah dilakukan penyelidikan.
“Pengungkapan kasus tersebut karena kecepatan anggota dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan HP dan pelacakan oleh tim siber pada grup facebook korban dan tersangka serta penemuan data-data di jejak digital tersangka. Ini merupakan metode scientific investigation (Investigasi ilmiah),” ujarnya.
Kapolda sendiri saat proses olah TKP pada Sabtu (29/5) pekan lalu sempat memimpin langsung pelaksanaan gelar perkara kasus pembunuhan yang menewaskan gadis berusia 19 tahun itu.
Sebelumnya Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur telah menyatakan tersangka pemerkosaan dan pembunuhan gadis bernama Yuliani Apriani Welkis (19) asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Yustinus Tanaem (41), terancam hukuman pidana mati atau seumur hidup.
“Tersangka diancam dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna B.
Disamping diancam dengan hukuman pidana mati, tersangka juga disangkakan Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain.
Tersangka juga diketahui sebelumnya sudah pernah melakukan tindakan pembunuhan terhadap gadis lain pada Februari 2021 dengan usia yang sama, yakni 19 tahun.
Perbuatan tersangka baru terungkap setelah pada 17 Mei 2021 jenasah korban kedua ditemukan membusuk di salah satu lahan milik salah satu perusahaan di Kupang Barat, Kabupaten Kupang.(sel/ant)




