Wisatawan Trauma, Kapal Wisata Kembali Terbakar di Labuan Bajo

SPIRITNTT.COM/HO-DOK WARGA TERBAKAR - Kapal wisata Carpediem terbakar di perairan Pulau Siaba, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Sabtu (3/1/2023) sore.
SPIRITNTT.COM/HO-DOK WARGA TERBAKAR - Kapal wisata Carpediem terbakar di perairan Pulau Siaba, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Sabtu (3/1/2023) sore.

SPIRITNTT.COM, LABUAN BAJO – Hampir setiap tahun terjadi kecelakaan dan kebakaran kapal wisata di Perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kecelakaan dan kebarakaran kapal wisata di lokasi wisata super prioritas itu sudah cukup banyak merenggut nyawa wisatawan hingga anak buah kapal wisata. Kondisi ini yang menyebabkan banyak wisatawan yang kecewa.

Kecelakaan dan kebakaran kapal wisata juga mulai sejak awal tahun. Seperti yang terjadi pada tahun 2023. KLM Tiana mengalami kecelakan pada Sabtu (21/1/2023) padahal kapal tersebut pernah juga mengalami kecelakaan pada 28 Juni 2022.

Pada akhir Januari 2023 tersebut, KLM Tiana kecelakaan di Perairan Batu Tiga, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Sementara pada awal tahun 2024 terjadi kecelakaan pada Kamis (4/1/2024). Kapal motor Alfathran yang membawa lima wisatawan asing, enam penumpang, enam ABK, dan satu pemandu wisata dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo kandas pukul 13.00 Wita.

Kecelakaan dan kebakaran kapal kembali terjadi lagi pada Sabtu (3/1/2023) yang menimpa Kapal wisata Carpediem. Kapal tersebut  terbakar di perairan Pulau Siaba, Labuan Bajo.

Kapal itu mengangkut dua wisatawan asal Kanada dan empat anak buah kapal (ABK). Mereka semuanya selamat.

Kepala Pos SAR Manggarai Barat, Edy Suryono mengatakan, dua wisatawan yang ada di dalam kapal itu dievakuasi sendiri oleh kru kapal menuju Labuan Bajo.

“Informasi terakhir penumpang dievakuasi ke Labuan Bajo menggunakan speedboat Komodo Park,” ujar Edy kepada wartawan di Pelabuhan Labuan Bajo, Sabtu malam.

Kanit Gakkum Satpolairud Polres Manggarai Barat, Aipda Gregorius Ang kepada Kompas.com mengatakan, Polres Manggarai Barat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.

Begitu seringnya terjadi kecelakaan dan kebakaran kapal wisata di Labuan Bajo sehingga beberapa waktu lalu korban kecelakan KLM Tiana, Khouw Cynthia Josephine Kosasih (26) meminta pihak Polres Manggarai Barat dan pemangku kepentingan lain untuk mengusut tuntas kejadian kapal tenggelam yang dialaminya.

Menurut wisatawan asal Pekalongan ini, latar belakang kapal harus dicek dengan benar sehingga turis tidak dirugikan dan mengalami kejadian seperti ini. Kecelakaan kapal wisata ini membuat wisatawan kecewa dan trauma.

” Ke depan, kemungkinan terjadi lagi jika pihak berwenang tidak menangani sistem pelayaran secara komprehensif,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Mangggarai Barat, Evodius Konsomar di Labuan Bajo, Senin (8/1/2024). (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan