Warga NTT Deklarasi Dukung Masa Jabatan Presiden Tiga Priode

Apabila ada perbedaan pendapat di masyarakat terhadap perlunya referendum UUD 1945 tentang masa jabatan Presiden, merupakan hal yang biasa dalam berdemokrasi namun tentu gagasan seperti ini perlu diperdebatan demi terwujudnya derdemokrasi yang baik,” kata Marius.

Kupang, SpiritNTT.Com – Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur mendeklarasikan referendum dengan mengamendemen UUD 1945 khususnya pasal 7 guna mendukung tiga priode masa jabatan Presiden Joko Widodo.

Deklarasi berlangsung di halaman rumah jabatan Bupati Kupang di kawasan Wali Kota Kupang, Senin (21/6) petang.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Sumba Tengah, Paulus K Limu, Kepal Biro Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu serta ratusan warga dari berbagai daerah di NTT.

Marius Ardu Jelamu pada kesempatan itu mengatakan,pemerintah NTT mendukung penuh terhadap berbagai gagasan dan ide cemerlang untuk pembangunan demokrasi.

Menurut dia gagasan seperti dilakukan Komite Penyelengara Referendum Terbatas pada Konstitusi 1945 Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan suatu bentuk perubahan berdemokrasi menuju suatu negara yang lebih maju.

“Apabila ada perbedaan pendapat di masyarakat terhadap perlunya referendum UUD 1945 tentang masa jabatan Presiden, merupakan hal yang biasa dalam berdemokrasi namun tentu gagasan seperti ini perlu diperdebatan demi terwujudnya derdemokrasi yang baik,” kata Marius.

Sementara itu Ketua Komite Penyelengara Referendum Terbatas pada Konstitusi 1945 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pius Rengka mengatakan gagasan untuk melakukan referendum terhadap pasal 7 UUD 1945 yang selama ini hanya membatasi dua priode masa jabatan Presiden maka perlu dirubah menjadi tiga priode.

“Kami ingin masa jabatan Presiden tiga pridoe karena banyak prestasi yang sudah dilakukan Presiden Jokowi selama dua priode pimpin Indonesia,”kata Pius Rengka.

Ia mengatakan melalui Komite Referendum Rakyat NTT ini bisa tercipta kultur politik baru dalam pembangunan demokrasi di Indonesia.

“Apabila pemimpinnya masih kuat, masih sehat, berprestasi, karakternya bagus,jujur, demokratis dan cinta rakyat serta mampu membangun keadilan kenapa tidak didukung untuk melanjutkan kepemimpinanya pada priode ketiga. Apabila ada perbedaan pendapat tentang hal ini tentu merupakan hal yang wajar,” kata Pius Rengka. (ade)

Tinggalkan Balasan