SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (YSL) dan menemukan uang Rp 30 miliar, mata uang asing dan 12 pucuk senjata api.
Informasi penggeledahan pada Kamis (28/9/2023) tersebut menjadi heboh, apalagi dengan adanya temuan senjata api jenis Revolver S & W hingga Tanfoglio.
Untuk mengkonfirmasi temuan KPK tersebut, awak media berupaya mengkonfirmasi Mentan SYL namun belum berhasil.
Apalagi, sehari setelah penggeledahan di rumah dinas SYL, KPK pada Jumat (29/9/2023) melakukan penggeledahan di Kantor Kementerian Pertanian.
Namun informasi yang diperoleh SPIRITNTT.COM, pada saat penggeledahan, SYL sedang tidak berada di Indonesia. SYL bersama stafnya sedang berada di Eropa untuk kunjungan kerja.
SYL telah meninggalkan Indonesia pada 24 September 2023 untuk melakukan kunjungan kerja ke Spanyol dan Italia untuk menghadiri forum Global Conference on Sustainable Livestock Transformation yang diadakan oleh FAO.
Seharusnya YSL sudah kembali ke Indonesia pada 1 Oktober 2023. Namun hingga Selasa (3/10/2023), belum kembali ke Indonesia. Padahal staf dari Kementan yang mendampingi YSL sudah tiba kembali di Indonesia.
Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbib menjelaskan pihaknya masih mencari keberadaan Mentan SYL. Dia menepis indikasi SYL kabur terkait proses hukum di KPK.
“Wah insyaallah sih nggak (indikasi kabur) ya. Mudah-mudahan kita doakan bersama-sama agar bisa selesai. Insyaallah,” kata Harvick kepada wartawan, Selasa (3/10/2023).
Lebih lanjut, Harvick mengatakan komunikasi terakhirnya dengan SYL terjadi sebelum berangkat ke Spanyol. Ia juga menegaskan belum ada kontak lanjutan dan hingga kini masih mencari kabar dan posisi dari SYL.
“Jadi sampai hari ini kita terus mencari keberadan Pak Menteri karena memang sampai detik ini kita belum ada kabar mengenai keberadaan Pak Menteri sampai hari ini,” kata Harvick.
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengungkap alasan SYL belum bisa pulang ke Indonesia karena terkena penyakit prostat.
“Disangka hilang tuh kan lost contact. Ya maklumlah, orang kalau sudah tua, kena prostat, ya boro-boro mikirin telepon. Ya akhirnya nggak bisalah komunikasi. Tanggal 5 dia sudah di Jakarta,” ujar dia.
Wakil Ketua Komisi III DPR ini menyebut SYL akan kembali pada 5 Oktober. Dia menyebut SYL sudah diperintahkan Ketum Partai NasDem Surya Paloh kembali ke tanah air setelah berobat.
Untuk diketahui SYL pernah diperiksa di KPK pada Senin (19/6/2023) sebagai saksi dan mengaku akan kooperatif terhadap proses hukum di KPK.
Kasus yang diusut KPK itu berkaitan dengan tindakan pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 e UU Tindak Pidana Korupsi dan dugaan gratifikasi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU). (spiritntt.com)




