Bisnis  

OJK Ingatkan BPD NTT Masih Kurang Modal

Kantor Pusat Bank NTT. ISTIMEWA
Kantor Pusat Bank NTT. ISTIMEWA

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Hingga awal tahun 2023 ini, ternyata masih ada 12 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia yang masih kurang modal. Satu di antaranya adalah BPD NTT.

Sebab, hingga akhir tahun 2022 lalu masih ada 12 BPD yang belum memenuhi syarat tersebut seperti tertuang dalam Peraturan OJK No.12/POJK.03/2020.

Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memenuhi modal Rp 3 triliun hingga 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae mengatakan ada 12 BPD namun waktu yang tersedia masih cukup panjang yakni hingga Desember 2024.

“Kami sudah mengambil kebijakan bahwa BPD ini kami akan bentuk KUB (Kelompok Usaha Bank) secara terintegrasi. Proses ini akan berlangsung lebih cepat dari ketentuan permodalan minimum tersebut,” jelas dia dalam konferensi pers bulanan, Rabu (4/1/2022).

Secara rinci Dian menyebutkan, KUB akan dibentuk secara terintergrasi dan prosesnya diharapkan bisa berlangusng cepat. Berdasarkan pengamatan OJK, butuh terobosan kebijakan agar BPD bisa meningkat.

“Ada beberapa poin yang bisa disebutkan akan membangun GCG yang sama, sistem IT juga akan seragam, dan pembagian dividen akan dibuat juga agar penguatan signifikan pada performa BPD bisa lebih baik lagi,” tegas Dian seperti dikutip CNBCIndonesia.com.

Hingga saat ini, sudah ada tiga BPD yang menyatakan diri sebagai jangkar (anchor) atau induk KUB. Ada Bank BJB, Bank Jawa Timur (Bank Jatim), dan Bank Banten.

Sementara BPD yang belum penuhi modal. Selain BPD NTT masih ada 11 BDP lainnya yaitu, BPD Bengkulu, BPD Banten, BPD NTB Syariah, BPD Sulawesi Tenggara, BPD Maluku, BPD Sulawesi Utara Gorontalo, BPD Kalimantan Tengah, BPD Jambi, BPD Kalimantan Selatan, dan BPD DIY. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan