Singkirkan 7 Ribu Peserta, Siswa SDI Buraen 2 Kupang Juara Kompetisi Matematika dan Sampoa Dunia

Gubernur NTT, Viktor Bungitlu Laiskodat (VBL) pose bersama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay yang akrab dipanggil Nono yang menjuarai kompetisi matematika dan sampoa yang diikuti 7.000 peserta dari seluruh dunia. FOTO: Humas Pemprov NTT
Gubernur NTT, Viktor Bungitlu Laiskodat (VBL) pose bersama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay yang akrab dipanggil Nono yang menjuarai kompetisi matematika dan sampoa yang diikuti 7.000 peserta dari seluruh dunia. FOTO: Humas Pemprov NTT

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay yang akrab dipanggil Nono menyingkirkan 7.000 peserta kompetisi matematika dan sampoa dari seluruh dunia dalam kompetisi tingkat dunia Abacus Brain Gym 2022.

Nono adalah siswa kelas 2 di SD Inpres Buraen 2, Kupang, Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga merupakan sekolah binaan YPA-MDR. Nono berhasil berada di posisi pertama. Sedangkan posisi kedua diduduki peserta dari Qatar, dan ketiga dari USA.

Abacus World Competition  merupakan wadah perlombaan matematika untuk seluruh siswa Abacus Brain Gym di seluruh dunia. Skor dinilai dari jumlah file yang dikerjakan siswa selama satu tahun.

Satu file terdiri dari 10 soal. Tiap file yang dihitung untuk penilaian minimal mendapat nilai 70.

Kompetisi ini ditutup dan pemenangnya diumumkan pada akhir Desember 2022 lalu. Tidak hanya juara pertama, Nono  juga merupakan peraih juara Lomba Olimpiade Matematika internal Sekolah Binaan Astra tersebut.

Nono bersama perwakilan dari Internasional Abacus World Compatition Lily Sianto menemui Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Jumat (6/1/2023) di ruang kerja Gubernur NTT.

Kedatangan mereka untuk mengundang Gubernur, Wakil Gubernur untuk berkenan hadir pada acara penyerahan penghargaan kepada Nono.

“Nono berada pada juara pertama pada tahun 2022 sedangkan juara tiga diduduki olehnya pada tahun 2021 yang telah membawanya sampai sekarang” ungkap lily sianto

Usai mendengar keberhasilan yang telah diraih Nono tersebut, Gubernur NTT, Viktor Bungitlu Laiskodat (VBL) yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi mengungkapkan rasa senang dan kebanggaannya.

“Saya merasa senang dan bangga melihat anak seperti Nono yang cerdas dan membanggakan NTT.  Peran guru sangat penting dalam dunia pendidikan membawa anak yang cerdas” ungkap Gubernur VBL

Gubernur Viktor mengatakan, tanggung jawab seorang guru dalam kegiatan pendidikan masih panjang, anak-anak harus mandiri dan basicnya harus dijaga

“Ukuran kita pada kurva normal tidak harus satu namun harus membangun pendidikan anak-anak seperti Nono sekalipun tidak harus sama tapi sedikit dibawah Nono” ujar Gubernur VBL

Gubernur VBL mengatakan tidak menjadi masalah apabila guru-guru selama dalam mendidik para murid dilakukan seperti Nono

“Tidak ada yang tidak bisa. Semua anak itu pasti bisa dengan cara yang berbeda-beda. Jaga anak-anak sampai usia yang matang dan tidak membuat anak menjadi stress. Membuat anak menjadi manusia yang hebat bukan hanya intelektual, tetapi daya tahannya ,” kata VBL.

Setiap anak menurut VBL harus dididik menjadi cerdas karena para guru sedang membentuk sumber daya manusia, sehingga tidak harus dilakukan dengan kekuatan fisik karena para guru bukan sedang  membangun robot.

“Semua tergantung daya tahan, moral harus diisi dengan baik. Semua merasa rasional karena lahir dari pikiran yang cerdas. Jadi manusia yang hebat bukan hanya intelektual tetapi daya tahan kita yang pelan-pelan menjadi kuat. Itu tetap dilatih untuk tetap bertahan supaya anak tidak menjadi stress tetapi tekanan tetap harus ada” kata Gubernur VBL.

Menurut Gubernur VBL, banyak orang membuat anaknya cerdas tetapi tidak mencerdaskan, bahkan  tidak memiliki daya tahan. Sehingga yang  didapatkan di lapangan  membuat daya tahannya tidak kuat. Manusia itu harus mempunyai intelektual yang kuat dan juga spirit yang kuat.

Ia menambahkan, banyak orang yang biasa saja tetapi mereka luar biasa dan lebih berhasil dibanding anak-anak yang pintar di lembaga pendidikan. Begitu di perjalanan mereka memiliki daya tahan yang luar biasa dan never give up.

Orang nomor satu di NTT ini berharap agar para orang tua harus mampu membuat anak untuk jauh dari masalah. Namun menjadi masalah apabila dalam mendidik anak dilakukan seperti membuat robot yang pada akhirnya menjadi manusia yang emosional dan tidak ada spirit untuk berubah

“Para orang tua harus terus memberikan afeksi atau kasih sayang  terhadap anak-anak karena afeksi yang lemah maka daya tahan anak dalam menghadapi berbagai tantangan menjadi lemah” tegas Gubernur VBL seperti dikutip dari rilis Humas Pemprov NTT.

Dikatakannya manusia itu kecerdasan intelektualnya naik dan rasional merupakan kehendak dari hati, sehingga apabila afeksi rendah maka ikut berpengaruh pada kemampuan cara berpikir anak. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan