Setelah Diberi Kapal Baru, Tentara Australia Usir 6 Imigran Asal India Kembali ke Perairan Indonesia

6 Imigran asal India beserta 4 orang ABK ditangkap Pol Airud Polres Rote Ndao di Pantai Masi Dae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan. Kamis (19/1/2023). FOTO : HUMAS POLRES ROTE NDAO
6 Imigran asal India beserta 4 orang ABK ditangkap Pol Airud Polres Rote Ndao di Pantai Masi Dae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan. Kamis (19/1/2023). FOTO : HUMAS POLRES ROTE NDAO

SPIRITNTT.COM, BAA – Tentara Australia menangkap enam orang imigran asal India bersama empat  empat anak buah kapal (ABK) benama Ijil di Pulau Pasir atau Ashmore Reef , Senin (16/1).

Keenam imigran asal India masing-masing bernama Gurjot Singh, Satnam Singh, Karamjit Singh, Aman Singh, Satinder Pal Singh dan Harshadkumar Natvarlal hendak masuk ke Australia.

Mereka menggunakan jasa empat orang warga Indonesia asal Sulawesi Selatan yaitu Zakir Daeng Lewa, Gasali , Daeng Sijaya, Maks asal Saumlaki.

Setelah diamankan selama empat hari di atas kapal tentara Australia bernama Albani, maka pada Kamis (19/1), keenam imigran asal India dan ABK asal Indonesia diusir tentara Australia untuk kembali ke perairan Indonesia.

Mereka disuruh berlayar ke perairan Indonesia setelah diberi kapal baru yang diberi nama Hinni. Diduga kapal Ijil yang digunakan para Imigran saat berlayar masuk ke Australia sudah dihancurkan atau dibakar tentara Australia.

Saat para imigran India tersebut berlayar di Perairan Indonesia tersebut, mereka ditangkap polisi di Pantai Masi Dae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (19/1) pagi.

Menurut Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita melalui Kasi Humas, Aiptu Anam Nurcahyo pihaknya sudah menggali keterangan dari para ABK yang membawa enam imigran asal India tersebut.

Menurut keterangan para ABK lanjut Anam, sebelum membawa enam imigran asal India tersebut, pada tanggal 13 Januari 2023, tiga orang ABK asal Makassar masing-masing Zakir Daeng Lewa, Gasali , Daeng Sijaya berangkat dari Makassar menggunakan kapal penumpang ke Saumlaki.

Dalam pelayaran itu mereka turut membawa 6 imigran asal India. Di Saumlaki mereka bertemu dengan Maks pada tanggal 14 Januari 2023.

Setelah bernegosiasi dan disetujui maka keempat ABK bersama enam imigran asal India tersebut menggunakan kapal kayu Ijil menuju Australia.

Namun  naas, sesampainya di Pulau Pasir mereka ditangkap pihak Custom Australia. Mereka diamankan selama empat hari di atas Kapal Australia bernama Albani.

Pada tanggal 19 Januari 2023, sekira pukul 04.00 Wita, Pemerintah Australia memberikan kapal baru dan memerintahkan untuk kembali ke perairan wilayah Indonesia.

Sekira pukul 09.00 Wita, sekitar 8 mil dari Pantai Rote Ndao, kapal yang ditumpangi oleh para imigran India ditangkap Pol Airud Polres Rote Ndao dan diarahkan ke Pantai Masi Dae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan.

Barang bukti yang berhasil disita antara lain, 6 buah pelampung, 4 buah aki, tali jangkar beserta jangkar, perangkat mesin 4 silinder , 1 buah Jps, 2 buah panel surya, 2 tangki minyak, 1 buah stir, selang minyak, 2 buah tangki pemadam kebakaran dan lampu penerangan.

Keenam imigran asal India beserta 4 ABK saat ini telah dibawa dan diamankan di Aula Wirasatya Mapolres Rote Ndao. Untuk makan minum mereka ditanggung Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan