Sekjen PDIP Hasto Tuding Jokowi akan Rebut Kursi Ketum PDIP

SPIRITNTT.COM/HO Hasto Kristiyanto
SPIRITNTT.COM/HO Hasto Kristiyanto

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menginformasikan bahwa Jokowi akan mengambil alih kursi Ketua Umum (Ketum) PDIP dari Megawati Soekarnoputri.

Hasto melemparkan informasi tersebut saat menghadiri diskusi yang diselenggarakan di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024) malam.

Sebelum menyampaikan informasi rencana mengambilalih kursi Ketum PDIP tersebut, Hasto awalnya bicara Jokowi telah melakukan abuse of power.

“Jadi abuse of power sama. TNI Polri juga banyak saksi yang menyatakan. Kemudian kendaraan politik dulu adalah Golkar. Sekarang gagasan suatu koalisi besar permanen, rencana pengambil alihan Golkar dan PDIP,” ujar Hasto.

Hasto mengatakan dalam kabinet Jokowi, ada menteri powerful dan menteri super powerful. Namun, yang mendapat tugas untuk menjembatani pengambilalihan kursi Ketum PDIP ialah menteri powerful.

“Jauh sebelum pemilu, 5-6 bulan, ada seorang menteri powerful, ada yang super powerful dan powerful, supaya nggak salah image,” ujarnya.

“Ini ditugaskan bertemu Pak Ryaas Rasyid oleh Jokowi. Pak Ryaas Rasyid ditugaskan untuk membujuk Bu Mega agar kepemimpinan PDIP diserahkan Pak Jokowi,” ujarnya seperti dikutip detik.com.

Menanggapi pernyataan Hasto tersebut, Presiden Joko Widodo justru bertanya balik.  “Bukankah selama ini dirinya diisukan mengambil alih Partai Golkar,” ujar Jokowi.

“Bukan Golkar?” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/4/2024).

Jokowi merasa heran dengan rumor-rumor merebut kursi ketua umum partai. Dia meminta agar pihak-pihak tersebut tidak memunculkan rumor belaka.

“Katanya mau ngerebut Golkar, katanya mau ngerebut, masa semua mau direbutin semua. Jangan seperti itu, jangan seperti itu,” ujarnya. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan