SPIRITNTT.COM, KUPANG – Ucapan bernada penghinaan yang dilakukan Rocky Gerung kepada Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir.
Ada unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menuntut Rocky Gerung diadili karena pernyataannya dinilai menghina symbol negara.
Untuk diketahui, ucapan Rocky Gerung tersebut viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat Rocky tengah mengisi sebuah acara.
Rocky Gerung berbicara saat berorasi di acara persiapan aksi akbar 10 Agustus 2023. Ada logo SPSI atau Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
Pada video tersebut, Rocky melemparkan kritik pada Jokowi. Rocky menyinggung kunjungan Jokowi ke China yang membahas soal IKN.
Begini pernyataan Rocky yang dinilai menghina Jokowi, kalimat kasar disensor:
Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya, dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti. Tetapi, ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia mesti pergi ke China buat nawarin IKN. Dia mesti mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia nggak mikirin nasib kita.
Itu b******* yang t****. Kalau dia b******* pintar, dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi b******* t**** itu sekaligus b******* yang pengecut. Ajaib, b******* tapi pengecut.
Pernyataan Rocky Gerung inilah yang memicu berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia, termasuk di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sejumlah elemen masyarakat di NTT menggelar demo, Kamis (3/8). Masa aksi yang menamakan kelompoknya Aliansi Masyarakat Menggugat Tuntut Rocky Gerung Diadili.
Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat menggelar demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi NTT dan beberapa tempat di Kota Kupang.
Ratusan massa ini tergabung dari puluhan anggota Ormas Garda Triple X Flobamora, Aktivis mahasiswa dan masyarakat membawa sejumlah poster yang antara lain bertuliskan “NTT Kota Kasih, Adili Rocky Gerung Penghina Simbol Negara, Biang Provokator Bangsa, Penghancur Marwah Negara”, “NTT Tolak Rocky Gerung”
“Ini aksi spontanitas kami atas apa yang telah dilakukan seorang publik figur dan juga akademisi Rocky Gerung terhadap Presiden Jokowi,” Kata Koordinator Aksi Randy Kaimana.
Ucapan Rocky Gerung tambahnya, sangat tidak etis dan menghina Presiden RI Joko Widodo. Ungkapan tersebut juga menimbulkan kegaduhan dan berpotensi perpecahan masyarakat Indonesia.
“Kasus ini harus diproses hukum agar jadi pelajaran untuk semua warga negara,” tegasnya.
Tolak Rocky Gerung
Sejumlah massa juga menolak Rocky Gerung menjadi pembicara acara diskusi di Bento Kopi Sleman yang rencananya akan digelar, Kamis (3/8) malam. Rocky Gerung yang telah hadir di acara diskusi akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sejumlah massa sudah bersiaga di depan warung kopi, mereka kemudian membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap kedatangan Rocky Gerung.
Mereka membawa spanduk bertuliskan ‘Tolak Rocky Gerung di Yogyakarta’ dan ‘Yogyakarta menolak Rocky Gerung Masuk Yogya’.
Panitia penyelenggara sempat mengajak berdialog dengan pihak-pihak yang menolak kedatangan Rocky Gerung. Salah satunya adalah MY Esti Wijayanti yang diketahui merupakan seorang politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Hanya saja, mereka tetap meminta agar Rocky Gerung tidak hadir di acara diskusi itu.
MY Esti Wijayanti mengatakan penolakan karena Rocky dianggap sudah menghina Presiden Joko Wododo (Jokowi).
“DIY kota beradab dan budaya kami tidak membiarkan dia akademisi yang harusnya cerdas tapi harus dilandasi adab dan budaya yang baik sudah mengata-ngatai presiden,” kata Esti.
“Diskusi tetap berjalan tapi tanpa Rocky Gerung,” sambungnya. (spiritntt.com)




