Sadiaga Uno Ungkap Ada Perjanjian Tertulis Prabowo dan Anies Tentang Capres

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. FOTO : KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. FOTO : KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Sejak Anies Baswedan dideklarasikan menjadi Calon Presiden (Capres) 2024 oleh NasDem, beredar juga potongan video wawancara Najwa Shihab terkait dukungan total Anies Basewedan kepada Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres.

Dalam video tersebut, Anies Baswedan mengatakan dirinya tidak mungkin mengkianati Prabowo Subianto.

 “Saya tidak ingin menjadi orang yang mengkhianati Pak Prabowo, jika memang beliau masih maju jadi capres.  Selama Prabowo maju sebagai Capres, saya tidak akan maju,” jelas Anies Baswedan menit ke 11.27 video tersebut.

Bahkan Anies mengungkapkan tentang komitmennya itu dan tidak hendak menyalip Prabowo diungkapkan hingga menit ke 12.54 dalam video tersebut.

Selain itu jelas Anies, dalam video yang sama juga mengungkapkan dirinya tidak mungkin akan menjadi lawan dari Prabowo termasuk membentuk poros ketiga untuk melawan Prabowo Subianto.

Apa yang diungkapkan Anies Baswedan ini ternyata dituangkan dalam sebuah perjanjian atau kesepakatan secara tertulis. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

“Ada perjanjian atau kesepakatan antara Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Anies Baswedan terkait pemilihan presiden (pilpres). Perjanjian yang sudah diteken itu berada di Waketum Partai Gerindra Fadli Zon,” jelas Sandiaga saat menjadi tamu di akun YouTube Akbar Faisal, Minggu (29/1/2023).  

Dalam video yang dikutip detikcom tersebut, Akbar Faisal bertanya soal beredarnya potongan video Anies bicara tak akan maju pilpres jika Prabowo juga maju sebagai capres. Akbar mempertanyakan apakah perjanjian atau kesepakatan tertulis maupun tidak tertulis.

“Tertulis dan untuk episode itu, saya mengusulkan Bang Akbar, mengundang Fadli Zon. Karena dia yang mendraf dan menulis tangan,” kata Sandiaga. Sembari menceritakan perjanjian itu ditandatangani tiga pihak.

Dalam perjanjian menyangkut Prabowo dan Anies, kata Sandiaga, mengandung sejumlah poin yang cukup detil dan disepakati. Kesepakatan itu bermula saat Anies dan Sandiaga maju Pilgub DKI Jakarta 2017 hingga langkah politik ke depan. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan