Ribuan Warga NTT Ikut Pemungutan Suara Ulang di 12 Kabupaten

SPIRITNTT.COM/HO-KOMPAS.COM/Dok. Polres Sikka DIRAWAT - Anggota Polisi mengunjungi Polykarpus Tadja, Ketua Panitia Pemilahan Kecamatan (PPK) Talibura, Kabupaten Sikka yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Watubaing, Jumat (23/2/2024)
SPIRITNTT.COM/HO-KOMPAS.COM/Dok. Polres Sikka DIRAWAT - Anggota Polisi mengunjungi Polykarpus Tadja, Ketua Panitia Pemilahan Kecamatan (PPK) Talibura, Kabupaten Sikka yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Watubaing, Jumat (23/2/2024)

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Oleh karena ditemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan petugas KPPS saat pencoblosan pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memutuskan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di puluhan Tempat pemungutan Suara (TPS).

Berdasarkan data yang dikumpulkan KPU NTT maka diputuskan pencoblosan ulang akan dilakukan di 46 TPS yang menyebar di 12 kabupaten  di NTT pada Sabtu (24/2/2024).

“Semuanya untuk melaksanakan PSU secara serentak di 12 kabupaten dan logistik sudah didistribusikan ke kabupaten masing-masing,” ujar  Komisioner KPU NTT Baharudin Hamzah, pada Sabtu (24/2/2024).

Disebutkan, PSU di 46 TPS itu dilaksanakan serentak di 12 kabupaten yaitu Sumba Barat Daya, Sabu Raijua, Alor, Lembata,  Sikka, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Malaka, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Informasi yang diperoleh SPIRITNTT.COM Sebelumnya menyebutkan KPU NTT bakal menggelar PSU di 54 TPS di 13 kabupaten yaitu Sumba Barat Daya 2 TPS, Alor 4 TPS, Lembata 2 TPS, Sikka 1 TPS, Nagekeo 5 TPS, Manggarai 9 TPS, Manggarai Barat 1 TPS, Malaka 3 TPS, Kabupaten Kupang 2 TPS , TTU 3  TPS, dan TTS 12 TPS, Ngada 1 TPS.

Terkait PSU tersebut, Baharudin Hamzah  menuturkan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan logistik telah siap karena logistic sudah didistribusikan hingga ke TPS lokasi PSU.

Menurut Hamzah,  pemilih dalam PSU adalah warga yang terdaftar dalam DPT dan mengisi daftar hadir saat pencoblosan 14 Februari 2024 lalu.

Sementara pemilih tambahan dan pemilih khusus yang bermasalah dan menjadi sumber persoalan sehingga terjadinya PSU tidak lagi diundang untuk memilih.

Dilarikan ke Puskesmas

Di tengah pelaksanaan PSU tersebut, informasi banyaknya anggota KPPS yang sakit bahkan yang meninggal dunia terus bertambah.

Seperti Ketua Panitia Pemilahan Kecamatan (PPK) Talibura, Kabupaten Sikka  Polykarpus Tadja dilarikan ke puskesmas karena kelelahan saat penghitungan surat suara pada Jumat (23/2/2024).

Kasi Humas Kepolisian Resor (Polres) Sikka, AKP Susanto kepada Kompas.com mengatakan, hingga saat ini Polykarpus sedang menjalani perawatan di Puskesmas Watubaing.

“Masih menjalani perawatan,” ujar Susanto.

Susanto mengungkapkan, awalnya Polykarpus mengikuti kegiatan rapat pleno perhitungan suara pemilu tingkat kecamatan di kantor Camat Talibura, Jumat pagi.

Sekitar pukul 08.00 Wita, dia merasa badan lemah karena kelelahan. Polykarpus kemudian dibawa ke puskesmas.

“Kegiatan rapat pleno penghitungan suara tetap dilaksanakan dengan aman dan tertib,” ujar dia.

Menurut Susanto, Kapolsek Waigete Iptu I Wayan Artawan bersama beberapa aparat telah mengunjungi Polykarpus di Puskesmas Watubaing. Mereka memberikan bantuan moril untuk membantu meringankan beban yang dialami Polykarpus.

“Harapannya agar cepat pulih dan bisa melanjutkan proses rapat pleno penghitungan suara yang sementara berlangsung di kantor Camat Talibura,” ucapnya.  (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan