Positif Gunakan Narkoba, BNN Tangkap Anggota DPRD NTT

SPIRITNTT.COM/HO-FB ROCKY WINARYO Rocky Winaryo
SPIRITNTT.COM/HO-FB ROCKY WINARYO Rocky Winaryo

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Rocky Winaryo (RW), anggota DPRD NTT periode 2019-2024 ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena diduga menggunakan narkotika.

Setelah ditangkap dan dilakukan pemeriksaan urine, BNN memastikan bahwa Rocky positif menggunakan metamfetamin.

“Dari hasil tes urine Beno ini positif dan RW juga positif menggunakan metamfetamin,” ujar Kepala BNN Provinsi NTT Brigjen Ricky Sikumbang, Rabu (28/2/2024).

Menurut Ricky, anggota DPRD NTT dari Partai Perindo tersebut ditangkap di rumahnya di daerah Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo pada Senin (26/2).

Ricky kemudian membeberkan kepada wartawan kronologi penangkapan Rocky tersebut.

Menurutnya, awalnya petugas BNN NTT mengamankan Wulan yang mengambil paket di salah satu jasa pengiriman di Kota Kupang.

Wulan datang ke lokasi jasa pengiriman barang tersebut untuk mengambil paket barang atas suruhan dari NBL alias Beno.

Kepada Wulan lanjut Ricky, NBL alias Beno menyuruh Wulan mengantar paket tersebut ke rumah RW di bilangan Kelurahan Fatululi.

Hal itu dilakukan karena B berada di rumah RW. Saat Wulan hendak menyerahkan paket tersebut kepada NBL alias Beno di rumah RW, aparat BNN NTT langsung mengamankan Beno.

Aksi penangkapan tersebut sempat menimbulkan keributan di rumah Rocky tersebut. Mungkin karena mendengar ada keributan sehingga Rocky keluar dari kamarnya dan menanyakan penangkapan Wulan dan Beno.

Menurut Ricky, oleh karena peristiwa penangkapan Wulan dan Beno tersebut terjadi di rumah Rocky maka oknum anggota DPRD NTT itu juga ikut diamankan.

“Jadi penangkapan itu dilakukan terhadap seorang wanita berinisial W alias Wulan dan NBL alias Beno,” ujar Jenderal bintang satu ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tambah Ricky, paket sabu yang berhasil diamankan memiliki berat 2,05 gram. Tetapi setelah ditimbang ke BPOM, ternyata beratnya cuma 1,8 gram.

Ternyata tambahnya, paket sabu tersebut merupakan milik Beno. Oleh karena aparat BNN menetapkan Beno sebagai tersangka dan ditahan dan Wulan hanya sebagai saksi.

Sedangkan Rocky menjalani rehabilitasi selama sebulan.  “Keputusan itu diambil setelah kita rapatkan dengan tim medis baik dari penyidik Polda, Kejaksaan. Jadi kita lakukan rehab, rawat jalan selama satu bulan,” kata Ricky.

Menurut Ricky,  Beno dikenakan Pasal 112 Undang-Undang (UU) Narkotika dengan ancaman lima tahun penjara. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan