Bisnis  

PLTM Wae Lega Pasok Listrik untuk Labuan Bajo

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN (Persero) dan PT Gistec Prima Energindo di Kupang pada Jumat (24/3). FOTO: DOK PLN WILAYAH NTT
Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN (Persero) dan PT Gistec Prima Energindo di Kupang pada Jumat (24/3). FOTO: DOK PLN WILAYAH NTT

SPIRITNTT.COM, KUPANG  – Saat ini sedang dilakukan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wae Lega di Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai untuk memasok kebutuhan listrik ke Labuan Bajo.

Direktur Utama PT Gistec Prima Energindo Kevin Hidayat mengatakan PJBTL ini dikhususkan pada penyediaan listrik di Labuan Bajo, Manggarai, dan sekitarnya.

“Hingga kini progress proyek sudah mencapai 48 persen,” ujar Direktur Utama PT Gistec Prima Energindo Kevin Hidayat saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kupang pada Jumat (24/3) antara PT PLN (Persero) dan PT Gistec Prima Energindo.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (5/4/2023) disebutkan PLTM Wae Lega ini merupakan proyek pembangkit yang memanfaatkan potensi air Sungai Wae Lega dan ditargetkan selesai pada tahun 2025.

“Terima kasih kepada PLN yang mempercayakan suplai listrik Labuan Bajo ke kami. Semoga proyek ini bisa cepat selesai dan menyuplai listrik bersih untuk masyarakat,” pungkas Kevin.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Fintje Lumembang mengatakan optimalisasi pembangkit bertenaga minihidro berkapasitas 2 x 0,875 MW tersebut menjadi langkah strategis PT. PLN dalam mendorong transisi energi di Tanah Air.

Ia menambahkan PJBTL ini sangat strategis karena meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT). Sekaligus menurunkan biaya pokok produksi (BPP) listrik di Flores.

Namun menurutnya masih dibutuhkan proses pembangunan dalam proyek ini sampai sepenuhnya terintegrasi dengan sistem kelistrikan PLN.

“Percepatan suplai EBT ini mendukung target net zero emission di tahun 2060, selaras dengan kebijakan pemerintah dan untuk menekan BPP tenaga listrik sehingga penyediaan listrik jadi lebih efisien dan berkelanjutan,” ungkap Fintje.

Fintje memaparkan potensi penghematan BPP dari PJBTL ini mencapai Rp 38,7 miliar per tahun. Terlebih, pembangkit berkapasitas 1.75 MW tersebut setara dengan 2,12 persen kelistrikan Flores.

“Ini mengisyaratkan pentingnya menjamin keberlangsungan pasokan air di Manggarai agar suplai listrik ke Sistem kelistrikan Flores tetap kontinu. PLN akan terus mencari peluang agar BPP Pembangkit di Pusat Listrik Flores bisa lebih efisien,” tambahnya.

Selain itu, hadirnya PLTM Wae Lega disebut berpotensi menurunkan pemakaian diesel di wilayah tersebut. Potensi penghematan BBM-nya mencapai 2.950 kilo liter per tahun dengan pengurangan emisi CO2 mencapai 11.387,28 metrik ton/tahun.

“Dengan tambahan pembangkit ini ke Sistem Flores akan menambah daya mampu sistem untuk mendukung peningkatan rasio elektrifikasi melalui penambahan pelanggan rumah tangga di kawasan tersebut,” jelas Fintje.

Sebagai informasi, kontrak PJBTL antara PLN dengan PT Gistec akan berlangsung selama 25 tahun dengan skema Build, Own, Operate, and Transfer (BOOT). Harga jual yang disepakati sekitar 78,97 persen dari BPP Pembangkitan tahun 2020 di Sistem Flores Bagian Barat. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan