Pengawal Pribadi Kajari Sumba Barat Tembak Warga Sipil Hingga Tewas

Ilustrasi senjata api. Foto: iStockphoto
Ilustrasi senjata api. Foto: iStockphoto

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Kabid Propam Polda NTT, Kombes Pol. Dominicus Savio Yemparmase  membenarkan Briptu ER, anggota Polres Sumba Barat menembak mati Ferdinandus Lango Bili (27), warga Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah pengawal pribadi (walpri) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Barat, Bintang Latinusa Yusvantare.

“Betul (Briptu ER ditugaskan) dalam surat perintah yang dikeluarkan Kapolres (Sumba Barat) terdahulu,” kata Dominicus dalam keterangan tertulis.

Namun saat peristiwa penembakan yang menewaskan Ferdinandus Lango Bili (27) warga Kelurahan Wolabaku, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat pada Sabtu (7/1/2023) dini hari, Briptu ER tidak sedang menjalankan tugas.

Dominicus mengklaim bahwa Briptu ER juga telah menjalani tes psikologis sebelum diberikan pinjam pakai senjata api berupa pistol jenis HS-9.

“Artinya dia (Briptu ER) layak memegang senjata,” ujarnya.

Dia menjelaskan apa yang dilakukan Briptu ER adalah salah satu bentuk penyalahgunaan senjata api yang dipinjam pakai oleh dinas untuk melaksanakan tugas sebagai walpri Kejari Sumba Barat.

Penembakan yang dilakukan Briptu ER yang menewaskan warga sipil ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Propam terhadap seluruh jajaran anggota Polda NTT dalam pemberian dan penggunaan senjata api.

Dia menambahkan saat ini Briptu ER telah menempati tempat khusus atau dipatsuskan. Dan proses penyidikan sedang berlangsung.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata juga menjelaskan, Briptu ER menjadi pengawal pribadi Kajari Sumba Barat sudah lebih dari tahun.

“Kurang lebih 1 tahun 3 bulan (sebagai walpri Kajari). Ada permohonan dari Kajari,” ujar Anom Wirata, Minggu (8/1/2023) sore seperti dikutip CNN Indonesia.

Kapolres Anom Wirata menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan Propam Sumba Barat terhadap Briptu ER dan sejumlah diketahui bahwa Briptu ER saat menghadiri pesta ulang tahun diduga dalam keadaan mabuk minuman keras (miras).

“Informasinya sih mereka ada minum (konsumsi minuman keras), informasinya Briptu ER minum juga,” ungkap Kapolres Anom Wirata.

Dia menjelaskan, dari hasil penyelidikan juga tidak ada ancaman dari korban terhadap Briptu ER menggunakan pisau.

“Memang pada saat awalnya korban ini ada bawa pisau sama bebek untuk dibakar, informasinya seperti itu. Tapi setelah kita pengembangan, hasil penyidikan pada saat kejadian tidak ada pengancaman (dari korban terhadap Briptu ER),” imbuh Anom.

Dia mengatakan pada Senin (9/1) hari ini akan dilakukan autopsi oleh ahli forensik terhadap jenazah korban.

Kasubbid Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, AKBP. Eddy Hasibuan yang dikonfirmasi terpisah Minggu (8/1) malam membenarkan tim forensik akan berangkat ke Sumba Barat untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Ferdinandus Lango Bili.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Ariasandy mengungkapkan, pihaknya telah menyita barang bukti senjata api pistol jenis HS-9 kaliber 9,9 milimeter warna hitam dengan nomor seri H 258222, satu magazen, dan satu selongsong peluru.

Peristiwa penembakan yang dilakukan Briptu ER yang menewaskan Ferdinandus  Lango Bili terjadi di teras rumah milik Januar Maulogo Ratu alis Feki di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Wailiang, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat yang sedang menggelar pesta ulang tahun.

Penembakan itu terjadi Sabtu (7/1) dini hari sekitar pukul 00.15 Wita. Penembakan yang dilakukan Briptu ER diklaim hanya untuk menggertak atau bercanda dengan korban saja saat menghadiri pesta ulang tahun.

Korban yang terkena tembakan di bagian perut lalu jatuh tidak sadarkan diri. Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa, oleh Briptu ER dan saksi lainnya tetapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (7/1) pukul 01.30 Wita. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan