Pengacara Kamaruddin Punya Bukti Dahsyat Perselingkuhan Irjen Ferdy Sambo

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi dan Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Yoshua atau Brigadir J. FOTO:TVONENEWS.COM
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi dan Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Yoshua atau Brigadir J. FOTO:TVONENEWS.COM

SPIRITNTT.COM, JAKARTA-Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Yoshua atau Brigadir J mengaku memiliki bukti dahsyat soal perselingkuhan Irjen Ferdy Sambo yang memicu tewasnya Brigadir J.

“Tudingan hubungan terlarang dengan ‘si cantik’ yang menyebabkan Brigadir J tewas bukan omong kosong.  Saya punya bukti rekaman elektronik,” ucap Kamaruddin Simanjuntak dalam acara talkshow ‘Kontroversi’  Youtube Metro TV, Minggu (14/8).

Menurut Kamaruddin, begitu dahsyatnya bukti yang dimilikinya sehingga bukti tersebut diincar terus oleh Brigadir Jenderal (Brigjen) yang memintai keterangan dari kliennya.

Bahkan, ketika keluarga Brigadir J memberikan keterangan, Brigjen yang datang ke Jambi tersebut terus menerus mengincar HP yang berisi rekaman tersebut.

“Ketika klien saya memberi keterangan, penyelidik atau penyidik ini tidak mau menuliskan di dalam berita acaa interview (BAI), tetapi yang diincar adalah handphone ini. Barang bukti ini,” tutur Kamaruddin.

Dari pengalaman itu lanjut Kamaruddin, dirinya luntur kepercayaan kepada penyelidik dan atau penyidik yang ikut ke Jambi.

Akhirnya, Kamaruddin melayangkan protes kepada Polisi yang meminta keterangan di Jambi, karena tidak dimasukkan ke dalam BAI.

“Saya protes. Kenapa orang 11 saksi saya doktrin untuk berkata yang benar tapi ketika saya perhadapkan, kami dimintai keterangan, tidak tertulis,” ucapnya.

“Oh iya bang, kami sudah tahu, bahkan buktinya sudah kami ambil secara screenshot dan sudah kami kirim ke Jakarta. Ini buktinya’,” ujar Kamaruddin mengutip jawaban Brigadir Jenderal tersebut.

Walaupun sereenshotnya sudah ditunjukkan dan sudah dikirim ke Jakarta, tapi Kamaruddin tetap mempertanyakan  kenapa tak tertuang dalam BAI?

Tidak mau terima penjelasan sang Brigadir Jenderal itu begitu saja, Kamaruddin pun menegaskan keterangan yang telah diberikan oleh kliennya harus dituliskan ke dalam BAI terlebih dahulu.

“Saya tidak percaya sama kalian. Tuliskan dalam BAI, itu juga nanti dalam BAP kalau sudah digelar di Jakarta,” kata Kamaruddin.

Oleh karena itu, Kamaruddin menulis sendiri sesuai dengan rekaman elektronik tersebut. Rekaman tentang ancaman pembunuhan itu.

“Setelah saya tuliskan dengan tangan saya, maka kepanasan lah ini. Orang ini mengincar handphone itu. Saya tidak mau. Urus izin penetapan dari pengadilan, baru saya serahkan,” tuturnya.

Kamaruddin Simanjuntak menegaskan barang bukti yang ada di handphone tersebut sangat dahsyat, sehingga tidak bisa asal diberikan kepada Polisi.

“Setelah dikirim BAI-nya ke Jakarta, langsung malam itu sidang gelar di Jakarta, langsung naik jadi sidik. Besoknya jadi BAP,” ucapnya.

Polri Beri Peringatan Keras

Sebelumnya Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi angkat bicara terkait kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak yang terlalu vokal di media.

Ia menantang pengacara tersebut untuk memberikan bukti dan tidak hanya berkoar-koar.

Andi Rian Djajadi dengan keras memperingatkan Kamarudin untuk tidak banyak ngoceh di media mengenai kasus pembunuhan terhadap kliennya (Brigadir J) tersebut.

“Beri tahu ke pengacara Kamaruddin, kalau dia punya bukti, bawa ke penyidik; jangan ngoceh di media,” kata Andi saat dikonfirmasi wartawan Jumat (12/8/2022). Kamaruddin sebelumnya mengaku mendapat informasi bahwa kliennya sebelum tewas ditembak sempat dibawa ke kantor Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Markas Besar Polri untuk dianiaya. (timspiritntt.com)

Tinggalkan Balasan