Bisnis  

Pemerintah NTT Optimalkan Produktifitas Petani

“Pemerintah kabupaten/kota agar optimalisasi produktivitas kinerja petani demi meningkatkan kemakmuran petani di NTT,” kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat

Kupang, SpiritNTT.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong kabupaten/kota untuk mengoptimalkan produktifitas kinerja petani guna meningkatkan kesejahteraan petani di daerah ini ditengah pandemi COVID-19.

“Pemerintah kabupaten/kota agar optimalisasi produktivitas kinerja petani demi meningkatkan kemakmuran petani di NTT,” kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat seperti dalam keterangan tertulis Birot Protokol dan Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT yang diterima di Kupang, Kamis.

Gubernur NTT Viktor mengatakan hal itu terkait telah dilakukan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) beberapa waktu lalu.

Gubernur Provinsi NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) saat memberikan arahan kepada sejumlah pejabat terkait pembangunan sektor pertanian di NTT. (foto Biro Prokompim Setda NTT),

Pemerintah NTT menurut Viktor telah mengandeng PT PLN (Persero) Unit Indul Nusa Tenggara Timur untuk pelayanan penyediaan sumber daya jaringan kelistrikan kepada masyarakat dalam pengelolaan sektor pertanian, peternakan, kelautan, perikanan dan perindustrian dan perdagangan di NTT.

Sementara itu General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Bargowo Wahyu Jatmiko mengatakan kerja sama dengan Pemerintah NTT dalam kerangka menggiatkan ekonomi NTT dalam konteks kelistrikan.

Ia mengatakan mengacu data rasio elektrifikasi NTT yang mencapai 88,82 persen tahun 2021 tentunya masih menjadi perhatian pemerintah pusat untuk meningkatkan rasio dimaksud agar mencapai 95 persen di akhir tahun ini.

“Tetapi langkah kolaborasi harus terus ditingkatkan, mengingat sebagian besar mata pencarian masyarakat NTT adalah bertani,” tegas Jatmiko.

Dia mengatakan kerjasama yang dilakukan bersama Pemerintah NTT untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan sumber daya dan jaringan kelistrikan kepada masyarakat dalam pengelolaan komoditi pertanian, kelautan perikanan, peternakan, perindustrian dan perdagangan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.

Objek kesepakatan yang mencakup penyediaan sumberdaya dan jaringan kelistrikan yang dibutuhkan oleh masyarakat, ruang lingkupnya mencakup infrastruktur ketenagalistrikan baik sumber pembangkit maupun jaringan tenaga listrik.

Prospek Progresif:

Prospek progresif perekonomian daerah, mengalami pertumbuhan signifikan. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi NTT triwulan II tahun 2021 meningkat mencapai 4,22 persen dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang terkontraksi hanya sebesar 0.83% (yoy).

Kinerja Perekonomian Provinsi NTT pada tahun 2021 ditopang oleh peningkatan investasi, perbaikan kinerja konsumsi masyarakat, serta percepatan peran fiskal sebagai countercyclical.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan diperkirakan didorong LU utama kecuali LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang sedikit tertahan akibat dampak dampak badai siklon Seroja.

Pada akhir tahun 2021, inflasi Provinsi NTT diperkirakan lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi tahun 2020 sebesar 0,61% (yoy).

Inflasi Provinsi NTT pada tahun 2021 diperkirakan meningkat terutama karena didorong membaiknya permintaan domestik seiring dampak kebijakan PEN, peningkatan aktivitas ekonomi pasca vaksinasi, serta keyakinan konsumen yang meningkat.

Sementara itu, Siklon Seroja pada awal April 2021 berpotensi meningkatkan tekanan inflasi pada tahun 2021 disebabkan oleh kerusakan lahan pertanian, kematian binatang ternak, kerusakan kapal tangkap, dan kerusakan pabrik bahan makanan seperti tahu dan tempe.(selvi)

Tinggalkan Balasan