Paus Fransiskus Tak Kuasa Menahan Tangis

Paus Fransiskus menjadi emosional saat berdoa di depan patung Perawan Maria, di Roma, Kamis, 8 Desember 2022.(AP PHOTO/GREGORIO BORGIA/Kompas.com)
Paus Fransiskus menjadi emosional saat berdoa di depan patung Perawan Maria, di Roma, Kamis, 8 Desember 2022.(AP PHOTO/GREGORIO BORGIA/Kompas.com)

SPIRITNTT.COM, ROMA – Paus Fransiskus menangis di tengah doa publik untuk perdamaian di Ukraina. Terlihat Paus sangat emosional.

Namun terlihat, Paus Fransiskus terlihat membungkuk dan tersedak berjuang mengendalikan emosi kesedihannya.

Paus Fransiskus muncul di dekat Spanish Steps di pusat kota Roma selama kunjungan Natal tahunan untuk menghormati patung Perawan Maria.

Pemimpin Gereja Katolik Roma itu tidak dapat melanjutkan kata-katanya di tengah doa untuk Ukraina.

“Saya ingin menyampaikan kepada Anda ucapan terima kasih dari orang-orang Ukraina,” ujar Paus menurut video yang dibagikan secara luas dari agenda kunjungannya pada Kamis (8/12/2022) di Spanyol.

Dia mulai gemetar ketika menyebutkan “orang-orang Ukraina” sampai akhirnya dia harus berhenti berbicara.  Dia terdengar terisak dalam keheningan itu.

Melihat momen tersebut, ribuan pejabat, pendeta, dan orang Romawi yang berkerumun di lokasi tersebut tampaknya bisa menyadari emosi kesedihan yang menyelimuti Paus.

Umat di sekitarnya kemudian bertepuk tangan sebagai tanda dukungan, mencoba memberikan kekuatan bagi pemimpin agama berusia 85 tahun itu.

Setelah jeda panjang selama 30 detik, Paus Fransiskus akhirnya melanjutkan doanya.

“Untuk orang-orang Ukraina.. untuk perdamaian yang telah lama kami minta kepada Tuhan,” sambungnya dengan suara yang masih bergetar.

“Walau begitu, saya harus menyampaikan kepada Tuhan permohonan anak-anak, orang tua, ibu dan ayah dan orang muda dari tanah martir itu, yang sangat menderita,” tambah Paus seperti dikutip Kompas.com.

Momen itu terjadi selama kunjungan tahunan paus ke Spanyol, yang jatuh pada hari raya 8 Desember yang didedikasikan untuk Maria, ibu Yesus.

Hari itu adalah hari libur nasional di Italia, dan Paus asal Argentina itu ditemani oleh Wali Kota Roma Roberto Gutieri.

Acara ini secara tidak resmi menandai dimulainya musim Natal di Italia.

Usai membacakan doa pada Kamis (9/12/2022) di patung dekat Spanish Steps, paus menyapa orang-orang di kerumunan, termasuk wartawan.

Ketika salah satu jurnalis membahas bagaimana Paus Fransiskus terlihat tampak diliputi oleh emosi, dia menjawab: “Ya. Itu (perang di Ukraina) adalah penderitaan yang luar biasa, luar biasa. Sebuah kekalahan bagi umat manusia.

”Sejak Rusia menginvasi tetangganya pada Februari, Paus ke-266 itu telah menyebut Ukraina di hampir semua penampilan publiknya dan semakin kritis terhadap Moskwa.  

Pada Rabu (8/12/2022), dia membandingkan perang di Ukraina dengan operasi Nazi, yang pada tahun-tahun pertama Perang Dunia Kedua menewaskan sekitar dua juta orang (kebanyakan orang Yahudi).

Fransiskus mengatakan Ukraina menjadi ‘martir’ dan mengecam “kekejaman” Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perang.

Pada bulan yang sama, paus mengungkapkan bahwa dia telah terlibat dalam upaya pembebasan 300 tawanan perang Ukraina yang ditahan oleh Rusia.

Berbicara pada saat itu, dia mengatakan dia menerima utusan Ukraina di Vatikan, termasuk seorang kepala militer yang membawa serta daftar lebih dari 300 tahanan.

Dia membuat pernyataan pada 15 September, seminggu sebelum Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran tahanan tak terduga yang melibatkan hampir 300 orang.

Itu adalah jumlah pertukaran tahanan terbesar sejak Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.

“Mereka (wakil Ukraina) meminta saya untuk melakukan sesuatu agar pertukaran dapat dilakukan. Saya segera menelpon Duta Besar Rusia untuk melihat apakah sesuatu dapat dilakukan, apakah pertukaran tahanan dapat dipercepat,” ujar Paus Fransiskus saat itu dilansir dari Daily Mail.

Rusia pekan lalu diduga membalas komentar-komentar Pemimpin Gereja Katolik Roma itu. Situs web resmi Vatikan menjadi offline pada 30 November menyusul serangan peretasan, menurut laporan Tahta Suci.

“Penyelidikan teknis sedang berlangsung karena upaya abnormal untuk mengakses situs tersebut,” kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni, tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

Insiden diduga peretasan itu terjadi sehari setelah Moskwa mengkritik kecaman Paus Fransiskus atas invasi Rusia ke Ukraina. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan