Bisnis  

Panen 50 Ton, PT. IDK akan Kelola 4.500 Hektar Lahan Garam di Malaka

Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat foto bersama di tambak garam yang dikelola PT. IDK di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Rabu (23/11/2022). FOTO: Humas Pemprov NTT
Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat foto bersama di tambak garam yang dikelola PT. IDK di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Rabu (23/11/2022). FOTO: Humas Pemprov NTT

SPIRITNTT.COM, MALAKA – Direktur PT. Inti Daya Kencana (IDK) Cristian Devi Febrianto mengaku, perusahaanya telah melakukan pemanenan garam sebanyak 50 ton pada bulan Oktober 2022 lalu.

“Pada 2023 nanti kita akan menggarap 300 Lahan yang ada di Desa Weoe dengan 30 Ha meja garam dengan estimasi panen mencapai 12.000 Ton,” ungkap Cristian, Rabu (23/11/2022).

Saat itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan peninjauan lokasi tambak garam yang dikelola PT. IDK di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka.

Pada kesempatan itu, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar total potensi lahan yang dikelola PT IDK seluas 4.500 Ha dapat disiapkan untuk dikerjakan secara maksimal.

“Saat ini tentunya kita ingin agar dari total lahan 4.500 Ha harus dikerjakan secara keseluruhan yang saat ini masih 300 Ha yang dikerjakan. Tentunya untuk mengerjakan infrastruktur untuk tambak garam itu tidak mudah maka kita kerja sama juga dengan Kementerian dan pihak swasta,” ungkap Gubernur VBL.

Untuk itu Gubernur Viktor minta siapkan dan rumuskan dengan benar semuanya dan ditata rencanakan dengan baik dari 4.500 Ha agar kita laporkan kepada Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan untuk dikerjakan dan kembangkan bersama.

“Ini pekerjaan yang tidak mudah maka kita perlu juga dukungan dari Kementerian dan dengan potensi lahan ini kalau dikerjakan infrastrukturnya dengan baik dan operasionalnya berjalan lancar maka tahun 2024 nanti bisa ada lahan tambak terbesar di NTT ini ada di Malaka,” ungkap Gubernur.

Jadi menurut Gubernur Viktor, garam yang diproduksi ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan garam di Provinsi NTT.

“Kita juga melibatkan masyarakat dengan UMKMnya menjadi produksi garam konsumsi untuk dijual. Misalnya dengan nama produk garam yang dijual yaitu ‘Garam Wewiku’,” kata Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan, garam merupakan komoditi penting dan sangat vital dalam kebutuhan dan saat ini untuk kebutuhan secara nasional itu Indonesia butuh 3,7 juta metrik ton garam per tahun.

Untuk diketahui, Presiden telah menandatangani Perpres Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.

Direktur PT. Inti Daya Kencana (IDK) Cristian Devi Febrianto sedang memberikan penjelasan kepada Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, Rabu (23/11/2022). FOTO: Humas Pemprov NTT

Perpres ini mengatur mengenai upaya percepatan pembangunan pergaraman nasional yang dilaksanakan pada SEGAR. SEGAR atau Sentra Ekonomi Garam Rakyat adalah kawasan usaha pergaraman yang dilakukan secara terintegrasi.

Kebijakan ini mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah melakukan percepatan pembangunan sentra garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, meliputi garam konsumsi dan garam kebutuhan industri.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Malaka Simon Nahak berharap agar luas lahan tambak 4.500 ha tersebut dapat dimaksimalkan dengan baik.

” Pemerintah Kabupaten Malaka ingin agar PT IDK dapat mengelola seluruh lahan 4.500 Ha ini dengan benar. Kita mau lahan yang sudah ada ini dikelola semuanya dengan baik sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat termasuk juga untuk perusahaan dan juga untuk pemerintah,” ungkap Bupati Simon.

Tambak garam ini sudah hadir beberapa tahun lalu dan rencana awalnya panen perdana dilakukan tahun 2019 lalu tapi gagal dilaksanakan karena masalah cuaca.

Kehadiran PT IDK sempat memunculkan polemik dan protes dari JIPC dan Walhi. Sebab, perusahaan tersebut dituding merusak hutan mangrove yang telah hadir bertahun-tahun di wilayah tersebut. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan